GORONTALO KEMENAG

Fingerprint Kemenag Bonbol Dievaluasi, Mengapa ?

...

BONBOL (kemenag.go.id) – Pemandangan berbeda terlihat Selasa (04/07) kemarin, di Apel sore Kantor Kementerian Agama Kab. Bone Bolango dengan ikut sertanya seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan Staf KUA dalam apel sore tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Drs. H. Abd. Maruf Laleno, M.Si yang dimintai keterangan oleh awak Humas mengatakan, berkumpulnya para Kepala KUA dan staf KUA tersebut dalam rangka penginputan data rekam Fingerprint dari masing-masing KUA serta pengevaluasian data sidik jari dari masing-masing ASN, untuk menghindari terjadinya kesalahan dan juga indikasi manipulasi data sidik jari.

"Seluruh pegawai dikumpulkan adalah untuk penginputan data rekam Fingerprint sebagai laporan ke Kanwil Kementerian Agama Prov. Gorontalo, dan juga sebagai bentuk antisipasi sekaligus pengawasan pada data sidik jari masing-masing pegawai, jangan sampai ada yang memanipulasi sidik jarinya, tapi Alhamdulillah setelah dievaluasi, tidak ditemukan hal tersebut," ujar Laleno.

Hal senanda disampaikan staf kepegawaian Kemenag Kab. Bone Bolango, Fitriyawati Tampolo, S.HI. Menurutnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan Fingerprint, perlu diadakan evaluasi serta pemeriksaan data sidik jari dari masing-masing pegawai.

"Evaluasi terhadap pelaksanaan Fingerprint untuk kehadiran pegawai perlu dilakukan, sebab alat elektronik Fingerprint yang dipakai bisa saja mengalami masalah bahkan mungkin error, dan itu bisa merugikan pegawai, olehnya untuk mengantisipasinya adalah dengan melakukan pemeriksaan alat sekaligus data rekam sidik jari pegawai, ini akan rutin dilakukan," jelas Fitri.

Hasil pantauan awak Humas, pelaksanaan penginputan data kehadiran Fingerprint dan pemeriksaan data rekam sidik jari pegawai hingga pukul 17.00 wita berjalan lancar, sedangkan penyusunan laporan hasil rekaman finger print yang dilakukan staf kepegawaian berlangsung hingga pukul 20.30 Wita. (uq/rjp)