Hadiri Pembukaan STQ Nasional, Kakanwil Harapkan Ini Pada Khafilah

... Pembukaan STQ Nasional XXIV Oleh Menag RI Lukman Hakim Syaifudin

TARAKAN (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr. H. Rusman Langke, M.Pd memberikan support dan dukungan terhadap khafilah Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke XXIV tingkat Nasional di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Support tersebut dibuktikan dengan menghadiri langsung pembukaan STQ tersebut, Sabtu malam (15/7).

Kakanwil yang hadir bersama Ketua Darma Wanita Persatuan Hj. Mudrika Langke Kolopita,SE didampingi Kepala Bidang Bimas Islam Dr. H. Sabara K. Ngou, M.Pd ikut berbaur dengan para khafilah asal Gorontalo di tribun bersama para khafilah se-Indonesia di halaman Masjid Baitul Izzah Islamic Center Kota Tarakan.

Pada kesempatan itu Kakanwil, berharap gelaran STQ ini dapat melahirkan generasi muda yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kerukunan hidup beragama. Apalagi peserta yang tampil pada pentas Nasional ini adalah hasil dari seleksi yang dilakukakan di Daerah dari tingkat bawah.

"Sehingga saya harapkan jiwa Qur’ani yang tertanam pada peserta dapat mengispirasi masyarakat dilingkungan sekitarnya," harap Kakanwil.

Sebelumnya, STQ tingkat Nasional ke XXIV ini telah dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifudin. STQ Nasional kata Menag, merupakan peristiwa yg penuh makna bagi bangsa dan Negara.

"Saya berharap STQ ini tidak hanya sukses dari segi penyelenggaraannya saja tetapi esensi dan substansinya juga lebih diaktualisasikan sehingga memberi pengaruh positif bagi kebaikan dalam tatanan kehidupan bangsa yang mengalami berbagai tantangan," urai Menag.

STQ bertujuan untuk meningkatkan kemampuan seni baca dan menghafal Al-Qur’an sebagai upaya persiapan Indonesia mengikuti MTQ tingkat Nasional di manca Negara. Tujuan lain yang bersifat strategis adalah untuk mendorong umat Islam supaya lebih mencintai Al-Qru’an, mendorong agar memahami isi al-qur’an dan merealisasikan pemahaman tersebut dalam kehidupan. 

Menurut Menag, STQ yang diselenggarakan secara bergilir ditiap daerah merupakan media silaturrahim anak bangsa yang duharapkan memberikan resonansi sosial dalam rangka mendorong terbangunnya masyarakat yang saling menghargai, saling menolong, saling peduli dan memiliki akhlak yang tinggi.

"Al-Qur’an harus menjadi penuntun umat dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara," tuturnya. (umar)