Kakanwil: Tak Ada Agama yang Menghendaki Kekerasan

... Kakanwil Rusman Langke memberikan materi pada Seminar Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) Provinsi Gorontalo

GORONTALO (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr.H.Rusman Langke,M.Pd menegaskan tidak ada ajaran agama manapun yang menghendaki kekerasan atau radikalisme. Kekerasan yang mengatasnamakan agama adalah mereka yang tidak memahami agama.

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil dalam Seminar Forum Kerukunan Umat beragama (FKUB) dengan tema Menangkal Radikalisme dan Aliran Sesat Dalam Menjaga Keselarasan dan Kerukunan Umat Beragama di Provinsi Gorontalo, Rabu (13/9) di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Menurut Kakanwil, penyebab munculnya paham radikalisme adalah kesalahan pemahaman Keagamaan. Dalam Islam misalnya ada anggapan bahwa sistem Khilafah yang diterapkan masa lalu adalah solusi tunggal mengatasi problematika saat ini. Anggapan Ini sebenarnya keliru.

Penyebab lain adalah Faktor Kesenjangan Ekonomi Dunia, dan Faktor Sosial Politik. Adanya anggapan bahwa pemerintah dan para pemimpin partai politik saat ini menggunakan politik yang hanya berpihak pada pemilik modal dan golongan tertentu.

"Bahkan ada anggapan bahwa Negara berjalan dengan hukum buatan penjajah, anti Islam dan tidak bisa menegakkan syariat Islam. Alasan tersebutlah yang menyebabkan kesejahteraan di masyarakat tidak terwujud," jelas Kakanwil. 

Kelompok Radikal yang mengatasnamakan agama lanjut Kakanwil tidak hanya terjadi dalam islam, semua agama ada kelompok radikalnya. Seperti Kelompok Hindu Radikal  Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) yang menyerang pertemuan ibadah Minggu di Karnataka, India, 03 Maret 2012. 

Kelompok Kristen Radikal dari Amerika Serikat,Timothy Veigh  seorang teroris berkebangsaan Amerika,pelaku pengeboman Okhlahoma City pada tanggal 19 April 1995. Gerakan Yahudi Radikal yang melakukan penyerangan terhadap warga Palestina dengan dalih kepentingan negara Isarel. Terkenal dengan gerakan Zionis.

Radikalisme Budha, sekelompok umat Budha yang dipimpin Biksu Ashin Wirathu. Pada memutilasi 20 pelajar Muslim tahun 2013, mereka memulai gerakannya dengan di kota Meiktila-Myanmar.

Namun kelompok tersebut kata kakanwil bukan agamanya yang radikal, tetapi kelompoknya itulah yang radikal dengan mengatas namakan agama tertentu.  Oleh karena itulah Kakanwil mengapresiasi FKUB Gorontalo yang selalu membangun komunikasi guna mencegah dan menangkal paham-paham radikalisme dan aliran sesat. 

"Forum ini diharapkan ada dampak positifnya terhadap kehidupan umat beragama. Mulai  dari kehidupan di desa, kecamatan, kabupaten sampai tingkat Provinsi Gorontalo," harapnya. (umar/rie)