160 Peserta MQK Beradu Bakat Menuju Ajang Nasional

... Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Gorontalo, H. Hamka Arbie, M.HI memberikan arahannya pada saat membuka kegiatan Musabaqah Qir'Atil Kutub ke VI tingkat Provinsi Gorontalo bertempat di Aula Kemenag Gorontalo, Kamis (14/9).

GORONTALO, (kemenag..go.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, melalui Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) melaksanakan ajang Musabaqah Qir’atil Kutub (MQK) ke VI tahun 2017, di Aula Kanwil Kemenag Gorontalo, Kamis (14/9).

Ajang tiga tahunan antar pesantren itu resmi di buka langsung oleh Kakanwil Dr. H. Rusman Langke, M.Pd dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, H. Hamka Arbie, M.HI dihadapan Kepala Bidang PAKIS, Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI serta para pejabat eselon III dan Kasie PAKIS baik dari Kanwil Kemenag Gorontalo maupun dari Kemenag kab/kota.

Dalam sambutanya, Hamka Arbie menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan MQK ke VI dan berharap kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi belajar dan aktualisasi diri para santriwan dan santriwati dalam pergaulan, komunikasi serta pemahaman terhadap kitab kuning.

“Dengan adanya ajang ini, Insya Allah para santri nantinya menjadi Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil-alamin,“ tuturnya.

Olehnya itu, Hamka meminta kepada santriwan dan santriwati agar menjadikan MQK sebagai wahana saling ta’aruf antar santri dan jangan sampai terjadi persaingan tidak sehat, sehingga pelaksanaan MQK benar-benar bermanfaat, karena kekuatan pertahanan bangsa kita adalah kekuatan para santri-santri, termasuk santri yang ahli baca kitab kuning.

“Saya berharap dalam seleksi ini, seluruh peserta supaya menampilkan potensi terbaik semaksimal mungkin dan dapat melahirkan juara yang akan membawa nama harum Provinsi Gorontalo di ajang MQK tingkat Nasional,“ Harapnya.

Kabid PAKIS, Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI menyampaikan arahannya dihadapan 160 orang peserta MQK dari kab/kota se-Gorontalo, Kamis (14/9).

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS), Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini yaitu sebagai sarana untuk melihat kompetensi santri dan pondok pesantren dalam mempertahankan nilai-nilai khas pesantren berupa memahami Kitab Kuning dan merupakan salah-satu ruh pesantren.

Selain itu, MQK ini, sebagai ajang seleksi bagi santri yang dianggap mampu mewakili Provinsi Gorontalo pada pelaksanaan MQK tingkat Nasional nanti.

“Dari sekitar 160 orang santri yang mengikuti seleksi ini, hanya 26 peserta yang nantinya akan berjuang mewakili Gorontalo di tingkat Nasional pada bulan Oktober nanti  di Jepara Prov. Jawa Tengah,“ Pungkasnya.

Lanjut Arfan menjelaskan, MQK merupakan ajang kompetisi akademik bidang penguasaan ilmu agama (tafaqquh fiddin), sekaligus penguatan tradisi akademik dan kelembagaan pondok pesantren.

      Kabid PAKIS, Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI mengalungkan penyamatan kepada peserta MQK.

MQK ke VI tahun 2017 ini, bukan semata-mata sebagai ajang kejuaraan, tetapi kegiatan ini lebih mendorong kepada pondok pesantren untuk bisa kembali pada hitohnya yaitu kepada kitab kuning atau kitab klasik yang merupakan warisan dari para ulama terdahulu yang dijadikan referensi dalam hal-hal keagamaan,“ terangnya.

Sebelumnya dalam laporan panitia, H. Elce Syarif menyampaikan, perhelatan ini diikuti 160 orang peserta dari kalangan Pondok Pesantren kab/kota se-Gorontalo diantaranya, 12 orang peserta dari Kota Gorontalo, 33 orang peserta dari Kab. Gorontalo, 20 orang peserta dari Kab. Gorontalo Utara dan 42 orang peserta dari Kab. Bonbol beserta 53 orang peserta dari Kab. Boalemo .

“Pada ajang ini, ada 11 Majelis Kitab yang di lombakan diantaranya, FIQH, Ushul FIQH, Nahwu, Balagha, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Tauhid, Tarikh dan Akhlak  ditambah dengan tiga jenjang Marhala diantaranya Ula, Wutsa dan Ulya beserta lomba Debat Bahasa Inggris,“ Kata Kasie Pontren, Hj. Elce Syarif, S.Ag, MM ini. (Ayiz)