Kakanwil: 2018, Data Perencanaan Dan Keuangan Harus Valid

... Kakanwil, Dr. H. Rusman Langke, M.Pd menyampaikan arahannya pada kegiatan Sinkronisasi Data Perencanaan Tahun Anggaran 2018, Senin (18/9) kemarin di Ballroom Hotel Grand Q Kota Gorontalo.

GORONTALO, (kemenag.go.id) – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo melalui Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan, mengadakan Sinkronisasi Data Perencanaan Tahun 2018 yang berlangsung di Ballroom Hotel GrandQ Kota Gorontalo, Senin (18/9) kemarin.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Dr. H. Rusman Langke, M.Pd pada saat membuka kegiatan sinkronisasi tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat penting, strategis dan positif dalam rangka untuk melihat bagaimana fungsi manajemen sejak dari Planing, Organizing, Attacting sampai pada Controlling Evaluasi pelaporan secara maksimal dan komprehensif.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa, perencanaan merupakan sebuah patokan untuk mempermudah tercapainya sebuah tujuan atau kegiatan yang mengacu pada kevalidan data yang tersedia karena data sangat penting dalam mendukung perencanaan program dengan tujuan untuk mengendalikan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Mengingat data bersumber dari informasi dan informasi bersumber dari data, Kalau data ini tidak terupdate dan teraktual, inilah yang menyebabkan masih banyaknya pagu minus," terang Kakanwil.

Lanjut Kakanwil menyampaikan, penganggaran yang salah dimulai dari perencanaan yang tidak matang dan data yang tidak valid. Oleh karena itu, kepada seluruh operator diharapkan untuk terus membangun komunikasi yang baik antara perencana dan masing-masing bagian/seksi kedepannya, agar di tahun 2018 mendatang, perencanaan dan penganggaran harus dicermati sebaik mungkin supaya semua yang sudah di programkan bisa tertata dan terlaksana dengan lebih baik.

Suasana para peserta/operator pada saat mengikuti Sinkronisasi Data Perencanaan dan Keuangan.

Sebelumnya dalam laporan panitia, H. Mahmud Bobihu, S.Ag menyampaikan, tujuan digelarnya Sinkronisasi Data Perencanaan Tahun Anggaran 2018 memiliki tiga tujuan. Pertama, masih adanya pagu minus tentang belanja pegawai, kedua, seluruh operator diminta menginput kembali hal. 3 dipa, karena selama ini masih banyak satker yang belum menginput halaman dipa tersebut dan yang ketiga terkait masalah aplikasi Rencana Kerja Barang Milik Negara (RKBMN) yang berlaku pada tahun 2019, dimana seluruh pengadaan barang seperti mobil dinas dan lain-lain harus melalui RKBMN.

"Kegiatan ini sengaja mengundang seluruh operator program yang ada di lingkup Kanwil Kemenag baik dari Kabupaten maupun Kota se-Gorontalo, karena ada beberapa permasalahan yang terjadi khususnya pada bagian perencanaan dan keuangan," tuturnya.

Olehnya itu, Kepala Sub Bagian KUB ini mengajak kepada kepada 40 orang operator/peserta, untuk memanfaatkan momentum yang menurutnya tepat untuk menyampaikan segala bentuk permasalahan pada tiap-tiap satuan kerja.

Diskusikan apa yang menjadi kendala, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan solusi untuk kita semua," ajaknya .(Ayiz)