Buka DDWK Kakankemenag Boalemo Paparkan hal ini

...

BOALEMO (kemenag.go.id) – Pelaksanaan Diklat Di Wilayah Kerja (DDWK) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan Manado (BDK) selama lima hari mulai tanggal 12 s/d 16 Desember 2017 telah dibuka secara resmi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boalemo Drs.H. Harun B. Yunus,S.Ag,M.HI, Selasa (12/12) kemarin. 

Diklat yang berlangsung digedung auditorium Kementerian Agama Boalemo itu merupakan hal yang sangat dinanti dan dibutuhkan oleh peserta diklat yang dalam hal ini adalah guru. Sebanyak 30 peserta hadir pada diklat itu. 

Dihadapan peserta diklat dan panitia serta Widyaiswara BDK Manado, Harun Yunus memaparkan tentang peningkatan kualitas pendidikan agama. Menurutnya, sebagai ukuran dasar, seseorang disebut profesional jika memiliki Pengetahuan (knowledge), Sikap (attitude)dan Keahlian (skill) atau bisa disingkat PSK dalam bidang pekerjaan yang digelutinya. 

Hal ini menurut Harun berbeda dengan profesi seorang guru. Ukuran profesional guru tentunya diukur dari seberapa besar pengetahuan tentang bidang kajian yang ditekuninya, bagaimana sikap terhadap profesinya yang menyangkut dedikasi dan tanggungjawab serta keterampilan yang relevan dengan profesi yang dimaksud.

Saat ini kata Harun, pendidikan diarahkan bukan pada persoalan learning to know dan Learning to be. Pendidikan ini bercirikan kemandirian peserta didik untuk bekerja secara mandiri dengan dipandu ataupun tanpa dipandu oleh guru atau pendidik.

Untuk menunjang hal in tambah Harun, tentu harus memiliki prinsip pengembangan pendidikan yakni memiliki visi dan misi pengembangan dan berjuang tanpa lelah, selain itu juga membangun tanpa henti serta pegang teguh nilai dasar kehidupan. Bahkan harus berani mewujudkan tujuan, membudayakan ajaran yang baik dan ada kemauan berperestasi.

Harun Yunus juga memaparkan lima hal penting dalam perubahan pendidikan yakni, pendidikan berbasis masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan melalui standar nasional pendidikan, pengakuan profesi guru dan dosen sebagai profesi yang harus dihargai, penigkatan pengakuan pendidikan agama dan keagamaan dalam sistem pendidikan nasioanal dan tidak kalah penting adalah peningkatan aggaran pendidikan. 

Diakhir paparannya mantan Kepala Kantor Kemenag Pohuwato ini menegaskan kepada seluruh peserta diklat untuk serius dan tekun dalam mengikuti diklat. Peningkatan kompetensi guru salah satunya dapat ditempuh melalui diklat.

"Diklat merupakan bentuk intevensi lembaga agar pegawainya memiliki kompetensi standar sehingga mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan baik," tutupnya. (Umar/Irsyad).