Cegah Dini Paham Radikalisme, FKUB Bonbol Gelar Sosialisasi

...

BONBOL (kemenag.go.id) – Tumbuh kembang gerakan radikal dan terorisme di tengah masyarakat terus menjadi perhatian pemerintah, maupun lembaga serta organisasi kemasyarakatan baik pusat dan daerah. Ini dibuktikan dengan sering dilaksanakannya sosialisasi tentang bahaya paham tersebut kepada masyarakat.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Bone Bolango merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang ikut mensosialisasikannya dengan menggelar Sosialisasi Bahaya Radikalisme, Terorisme, Komunisme serta Premanisme Tingkat Kab. Bone Bolango Tahun 2017, Rabu (13/12) bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Bone Bolango.

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bone Bolango, Drs.H. Suleman Tongkonoo,M.HI, didampingi Kapolres Bone Bolango  yang diwakili Kanit III Sat. Intelkam Polres Bone Bolango, Bripka. Ronny Eko Saputro dan Kepala Staf Kodim 1304 Gorontalo, Mayor (Inf) Taufik Buhang serta Ketua FKUB Kab. Bone Bolango, Drs. H. Adam K. Tadu, M.Pd.I.

Dalam sambutannya H. Suleman Tongkonoo mengatakan, paham radikal muncul sebagai bagian dari fenomena yang dihasilkan oleh ketidakpuasan dan meningkatnya problematika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.

Radikalisme kata Suleman merupakan sifat yang mencolok untuk menyerukan paham ekstrim agar diikuti oleh orang banyak atau dengan kata lain memaksakan keinginannya untuk diikuti, dengan cara radikal bukan evolusioner serta damai.  

"Ini sangat berbahaya ditengah-tengah masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan berlandaskan Pancasila," tuturnya.

Lebih lanjut Kakankemenag mengharapkan peran seluruh stakeholder dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk bisa melakukan identifikasi sejak dini terkait paham radikalisme, terorisme, komunisme serta premanisme tersebut dan mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk peka dan peduli terhadap setiap gerak-gerik yang mencurigakan yang ada dilingkungan sekitarnya.

Untuk Kemenag Bone Bolango sendiri telah memiliki Penyuluh-Penyuluh Agama yang tersebar diseluruh Kecamatan dan desa, baik PNS maupun Non PNS yang senantiasa siap bekerjasama dengan para tokoh agama melalui FKUB, tokoh masyarakat, Kepolisian serta TNI yang tentu akan sangat efektif untuk ikut ambil bagian dalam menangkal paham- paham berbahaya tersebut.

"Paham ini bergerak bukan hanya berdasarkan urusan politik, tapi juga keyakinan agama yang merupakan cikal bakal lahirnya radikalisasi agama," pungkas H. Suleman.

Sementara itu Ketua FKUB Kab. Bone Bolango, Drs. H. Adam K. Tadu, M.Pd.I dalam laporannya menyampaikan, peserta yang dihadirkan pada kegiatan itu berjumlah 40 orang yang terdiri dari unsur Kecamatan, Masyarakat, dan pengurus FKUB itu sendiri dengan tujuan menambah wawasan dan pemahaman akan paham-paham berbahaya tersebut.

"Yang kami hadirkan sebagai peserta adalah orang-orang yang dekat dan berpengaruh ditengah-tengah masyarakat, yang diharapkan pula nanti dapat mentransfer serta memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat akan bahayanya paham yang dapat meruntuhkan idiologi bangsa dan Negara yang sama kita cintai ini," ungkap H. Adam.

Menurut H. Adam, Materi dikegiatan ini akan dilakukan secara panel, yang terdiri dari Kepala Kankemenag Kab. Bone Bolango, Kanit III Sat. Intelkam Polres Bone Bolango, dan Kepala Staf Kodim 1304 Gorontalo.

"Jadi kepada peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencari dan mendalami hal-hal yang belum diketahui melalui diskusi dengan para narasumber," tutupnya. (umar/rjp)