Sosialisasi BOP, Kakankemenag Kabgor: Yang Dapat Adalah Yang Terdaftar...

...

LIMBOTO (kemenag.go.id) - Untuk membantu dan mengatasi masalah yang muncul di dunia pendidikan diperlukan perhatian dan kerjasama dari semua elemen, baik dari Yayasan Pondok Pesantren, Pemerintah Daerah, Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo serta masyarakat yang merupakan elemen paling dekat dengan lingkungan pendidikan.

Hal ini dikemukakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Dr. H. Sabara Karim Ngou, M.Pd.I didepan para Kepala serta pengurus Pondok Pesantren yang ada di Kabupaten Gorontalo, ketika membuka kegiatan Sosialisasi Bantuan Operasional Pondok (BOP) bertempat di Aula Saung Telaga, Rabu (7/2/18).

Kegiatan yang digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo melalui Seksi Pendidikan Diniyah (PD) Pontren menghadirkan seluruh Kepala-kepala Pondok serta beberapa pengurus pondok pesantren yang ada di Kabupaten Gorontalo.

Kakankemenag mengatakan, Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo selaku salah satu elemen yang ikut andil dalam dunia pendidikan pun turut serta membantu Pondok Pesantren, baik dalam hal penyaluran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pondok Pesantren.

"Bantuan BOP Pondok Pesantren adalah program bantuan pendidikan Islam yang diberikan kepada lembaga pondok pesantren. Dengan maksud untuk penyediaan pendanaan biaya operasional pendidikan pada pondok pesantren," ungkap Kakankemenag.

"Diantaranya untuk meringankan pendanaan biaya operasional pendidikan pada pondok, serta mengurangi angka putus sekolah bagi santri karena kurang mampu, juga untuk insentif bagi para ustad dan ustazah yang menjadi pengelola dan penyelenggara Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM)," tambahnya.

"Tapi harus diingat bahwa pondok pesantren yang nantinya akan mendapat bantuan adalah pondok pesantren yang juga aktif, terdaftar, dan mendapatkan rekomendasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo, yang dibuktikan dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP)," imbuhnya (raya/rie)