Arfan: Operator Simpatika Harus Teliti Bekerja

...

GORUT (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara Dr. H. Arfan A. Tilome,M.HI beri dukungan dan motivasi kepada para operator Sistem Informasi dan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Kementrian Agama (Simpatika). Menurutnya, operator Simpatika harus fokus dalam bekerja.

Hal ini disampaikan Arfan saat memberikan materi pada kegiatan Sinkronisasi Data Simpatika yang dilaksanakan Seksi Pendidikan Madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara bertempat di Aula Rumah Makan Adila Kwandang, Kamis (2/18).

"Semoga  jerih payah operator simpatika bukan hanya sekedar mendatangkan manfaat bagi para pegawai maupun aparat lainnya, namun juga menghadirkan manfaat dan berkah bagi operator itu sendiri," harapnya.

Arfan menekankan untuk memperhatikan dengan teliti dan penuh kehati – hatian dalam melakukan proses penginputan, pasalnya jika terjadi kekeliruan dalam penginputan baik itu huruf maupun angka pasti sistem akan menolak inputan tersebut. Dan tentunya hal itu yang akan menghambat proses pelaksanaan input data.

Data kata Arfan merupakan kumpulan fakta yang menggambarkan suatu kejadian. Bisa berupa angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih bersifat mentah dan harus diolah terlebih dahulu agar menjadi informsi yang bermanfaat.

Untuk menghasilkan informasi yang bermanfaat, tambah Arfan, data yang dijaring harus akurat, tepat waktu dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dilingkungan Kementerian Agama untuk dapat memperoleh informasi yang akurat terhimpun dalam sistem manajemen pedidik dan tenaga kependidikan (Simpatika).

Sambung Kepala Kantor Arfan Tilome, sebagai acuan utama data pendidikan islam, Simpatika harus berkualitas dan dapat diandalkan. Adapaun kriteria data yang berkualitas yakni objektif, representatif, akurat, relevan dan tepat waktu.

"Optimalkan pemanfatan Simpatika untuk mendukung berbagai program pendidikan islam, membangun data itu mahal dan sulit, tapi jauh lebih mahal dan sulit jika membangun tanpa data," jelasnya.

Sebelumnya, kepala seksi Pendidikan Madrasah selaku penannggungjawab kegiatan melaporkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan satu hari itu dihadiri berjumlah 30 orang yang terdiri dari operator Simpatika, Pengawas dan Perwakilan Guru. (umar/Irsyad)