NGAJI di Kabgor, Kakanwil Minta Permantap Manasik Haji

... Kakanwil Rusman Langke didampingi Kakankemenag Kabgor Sabara K. Ngou menjadi salah satu pemateri dalam NGAJI yang digelar di Aula Kankemenag Kabgor, Selasa (13/3/18). (Foto: ayiz)

GORONTALO (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr. Rusman Langke,M.Pd meminta kepada para Kepala KUA untuk mempermantap pelaksanaan manasik kepada Calon Jemaah Haji.

"Ini dari evaluasi tahun sebelumnya, karena ada sedikit keluhan dari CJH terkait manasik di KUA," ungkapnya saat menjadi pembicara pada kegiatan Ngobrol Soal Haji (NGAJI) yang digelar Kantor Kemenag Kabupaten Gorontalo di Limboto, Selasa (13/3/18).

Untuk itu menurut Kakanwil, KUA juga harus didukung dengan penguasaan substansi masalah perhajian. Hal ini menjadi penting karena manasik merupakan bagian dari pembinaan haji yang merupakan tugas utama pemerintah dalam penyelenggaraan haji sesuai UU No 13 tahun 2008.

"KUA harus paham tentang manasik, untuk hasil evaluasi paling tidak pelaksanaan praktek 70 persen dibandingkan dengan teori," ucapnya.

Kakanwil menambahkan teori seperti doa agar jangan terlalu dipaksakan para CJH untuk bisa menghafal, mengingat sebagian besar jemaah berusia lanjut. "Ada doa yang panjang, kalo dipaksa untuk bisa hafal malah bisa bikin stress, ujung-ujungnya jadi sakit karena sudah terbebani duluan. Untuk itu usahakan pelaksanaan manasik haji itu lebih enjoy, lebih dinikmati para jemaah," tuturnya.

Pada kegiatan yang dihadiri Kakankemenag Kabgor Sabara K. Ngou, Kepala KUA, KBIH, dan pihak Kesra Pemkab Gorontalo, Kakanwil juga minta agar pelaksanaan manasik tetap menyesuaikan dengan buku manasik yang dikeluarkan oleh pihak Kemenag. Ini semata menghindari munculnya permasalahan pada rangkaian pelaksanaan ibadah haji nanti.

"Jangan sampai terjadi lagi kejadian seperti bacaan sa’i dan thawaf yang menjadi sorotan publik. Buku manasik itu saja yang menjadi pedoman," tambahnya.

"Permantap manasik. Dan tolong berpedoman pada manasik yang dibuat Kemenag, supaya tidak terjadi hal-hal  yang merugikan," imbuhnya. (rie)