Di Gorut, Kemenag juga Gelar NGAJI

...

GORUT (kemenag.go.id) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara terus menunjukan dukungannya terhadap program direktif Menteri Agama, diantaranya adalah NGAJI atau ngobrol soal Haji yang dibuktikan dengan pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Kebijakan Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler, yang diselenggarakan Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Selasa (13/3/18) bertempat di gedung auditorium Kankemenag Gorut. 

Kepala Kantor Kemenag Gorut Dr. H. Arfan Tilome,MHI saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa haji adalah rukun Islam, untuk itu diharapkan kepada peserta agar terus menyampaikan bahwa kesempurnaan Islam adalah ibadah Haji. 

Pasalnya menurut Kepala Kantor,  fenomena yang berkembang di kalangan masyarakat saat ini adalah ibadah umroh. Banyak yang telah mendaftar umroh namun setelah dicek belum memiliki porsi haji.

"Prioritaskan ibadah haji dibanding umroh, serta kuatkan niat untuk berhaji, karena Haji merupakan kesempurnaan Islam," tuturnya.

 Kepala Kantor menambahkan, Kemenag dalam hal ini PHU mengacu pada tiga pilar pokok yang harus dikedepankan dalam penyelenggaraan haji. Yakni pelayanan meliputi penyuluhan dan pembimbingan, dan pelayanan meliputi administrasi, dokumen, visa, akomodasi, transportasi, katering, kesehatan, serta pilar ketiga adalah perlindungan meliputi aspek keselamatan, keamanan, asuransi, dan lain-lain.

Sementara terkait dengan pendaftaran haji, Kepala Kantor mengatakan dengan terbitnya UU Nomor 34 tahun 2014, rekening pengelolaan dana BPIH yang sebelumnya atas nama Menteri Agama, per- 12 Januari 2018 seluruhnya sudah dipindahkan ke Rekening Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dan tidak diperbolehkan menggunakan dana talangan. Demikian halnya bagi yang berusia minimal 12 tahun diperbolehkan untuk mendaftar haji.

Menyangkut pembatalan haji, Kepala Kantor menjelaskan bagi jemaah yang telah melunasi BPIH namun menunda keberangkatan lebih dari 2 kali, maka pendaftaran haji yang bersangkutan dibatalkan secara otomatis.

Selanjutnya, pembatalan secara otomatis dilakukan dengan verifikasi terlebih dahulu data jemaah haji yang bersangkutan, kemudian ditetapkan dengan keputusan Dirjen PHU. Dan berdasarkan keputusan tersebut, Direktur pengelolaan dana haji mengembalikan dana setoran BPIH ke rekening pihak ke rekening jemaah.

Sebelumnya, Kasi PHU sekaligus penanggungjawab kegiatan Drs. H. Tavip Mopangga melaporkan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, yakni memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pendaftaran dan pembatalan haji reguler dengan sistem terbaru yang lebih baik, efisien, dan efektif. Serta meningkatkan wawasan dan pengetahuan penyuluh Agama Islam non-PNS tentang informasi haji terkait regulasi dan prosedur pendaftaran dan pembatalan haji.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 40 peserta merupakan perwakilan dari unsur KBIH, Travel Umroh, Penyuluh Agama non-PNS, Kepala Desa, Kepala KUA serta pemerintah Daerah pada bagian Kesra. (irsyad/rie)