Perempuan Garda Terdepan Cegah Korupsi

...

GORONTALO (kemenag.go.id) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo gelar Sosialisasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK) di Aula Kanwil (14/3). Sosialisasi ini merupakan tindaklanjut dari Training of Trainer (ToT) yang dilaksanakan Itjen Kemenag RI di Jakarta yang diikuti Ketua DWP Kanwil Kemenag Gorotalo Mudrika Kolopita Langke,SE serta dua orang anggotanya.

Sosialisasi ini akan digelar sampai ke daerah pelosok untuk memperluas keterlibatan perempuan dalam upaya meminimalisir tidak pidana korupsi, sehingga dapat mencakup lebih banyak perempuan yang akan menyebarkan gerakan antikorupsi kepada komunitasnya masing-masing, terutama kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr.H. Rusman Langke,M.Pd saat memberikan arahan sangat mengapresiasi pelaksanaan Spak ini. Sebab menurut Kakanwil, perempuan merupakan garda terdepan untuk mengantisipasi tindak pidana korupsi. 

Mantan Kepala Balai Diklat dan Keagamaa Manado ini menilai peran perempuan sangat sentral. Bukan hanya dalam rumah tangga, tetapi juga dalam memerangi korupsi. Apalagi yang suaminya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). “Korupsi itu bukan hanya dalam bentuk uang. Ada juga korupsi waktu,” jelasnya.

Sementara itu, Menurut Ketua DWP Mudrika, Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang adalah satu dari beberapa tindak pidana yang bersifat luar biasa atau biasa dikenal sebagai extra ordinary crime, yang karenanya pemberantasannya membutuhkan cara-cara yang luar biasa pula. 

Korupsi kata Mudrika dapat menyebabkan krisis kepercayaan. Korupsi di berbagai bidang pemerintahan menyebabkan kepercayaan dan dukungan terhadap pemerintahan menjadi minim, padahal tanpa dukungan rakyat program perbaikan dalam bentuk apapun tidak akan berhasil. 

Sebaliknya jika rakyat memiliki kepercayaan dan mendukung pemerintah serta berperan serta dalam pemberantasan korupsi maka korupsi bisa ditekan semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, Mudrika meminta kepada seluruh anggotanya turut aktif dalam mengatasi beberapa masalah yang dihadapi suami agar terhindar dari korupsi. “Perempuan adalah tokoh dalam keluarga yang mampu menanamkan nilai-nilai anti korupsi,” tuturnya. (umar)