Monev USBN, Kakanwil Ajak Siswa Shalat Dhuha

...

GORUT (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo H. Kudrat Dukalang,S.Ag,M.Pd mengajak kepada seluruh siswa untuk melaksanakan shalat dhuha sebelum melakukan aktifitas dipagi hari, termasuk sebelum belajar dan sebelum ujian.

Hal ini disampaikan Kakanwil saat Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Ujian Sekolah Besrtandar Nasional (USBN) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Kwandang dan SMP Negeri 2 Kwandang (16/4).

Kakanwil didampingi Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Hj. Misnawaty Nuna,MH, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara Dr. H. Arfan A. Tilome, M.HI, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam pada PAUD dan Pendidikan Dasar Bidang PAKIS Hasriyah Yanis,S.Ag, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gorontalo Utara Hj. Aryati Polapa, S.Pd, M.Pd serta Pengawas PAI.

Menurut Kakanwil, pendidikan dengan pendekatan kerohanian dapat memberikan pengaruh besar terhadap keberhasilan peserta didik, dengan shalat dhuha, maka kecerdasan, kejernihan otak dalam menimba ilmu itu akan terbuka, karena shalat dhuha itu adalah pintu rezeki. 

"Untuk itu saya minta kepada Kepala sekolah beserta para guru untuk membiasakan anak-anak untuk beribadah dulu sebelum belajar," pinta Kakanwil sembari mendoakan peserta USBN memperoleh nilai yang memuaskan serta lulus dengan baik.

"Jika berhasil, maka kalianlah yang menjadi harapan bangsa, harapan agama, harapan almamater. Semoga berhasil dan menjadi kebanggaan orang tua," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Kakanwil Kudrat Dukalang didaulat membuka sampul soal USBN PAI kemudian diserahkan kepada panitia pelaksana ujian disaksikan seluruh peserta USBN.

Usai Monitoring pada kedua SMP tersebut, Kakanwil bersama rombongan sambangi Lembaga Pendidikan Islam Al-Azfar Gorontalo Utara. Keberadaan Yayasan yang berdiri sejak tahun 2014 ini kata Kakanwil merupakan hal positif bagi masyarakat sekitar.

Apalagi yayasan ini juga berhasil membentuk kelas belajar mengaji orangtua peserta didik sebanyak Sembilan kelas diamana masing-masing kelas berjumlah 10 orang, sehingga butuh sinergi antara Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan untuk kemajuan yayasan tersebut, agar terus berkembang.  (hz/umar)