Sejumlah Imam Di Pohuwato Dibina

...

POHUWATO (kemenag.go.id) - Imam pada masa sekarang harus berperan untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan umat Islam, baik dikalangan intern jamaah yang dipimpinnya di masjid maupun dalam hubungannya dengan pengurus dan jamaah masjid lain serta dilingkungan masyarakat.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh, Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato Samsul Bachri, S.Hi pada acara Pembinaan Imam dbertempat di MTS Al-Mubarak Marisa Selasa (15/5).

“Kegiatan ini dilaksanakan guna untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama dalam mengatasi problem, dimana masih rendahnya pemahaman dan pengamalan keagamaan sebagai umat beragama,” katanya.

Oleh karena itu, Samsul Bachri, S.Hi, berharap, kegiatan ini dapat memahami bahwa di Kabupaten Pohuwato sebagai daerah multietnik dan memiliki keragaman keyakinan keagamaan, Ini berarti imam masjid harus mampu bersikap netral dalam menyikapi pertententangan atau perbedaan pendapat dikalangan jamaah masjid serta masyarakat di luar masjid. “Menjadi Imam Masjid, harus mampu menyejukan umat,” harapnya.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato Drs. H. Yudin Moonti, M.Pd mengatakan bahwa imam adalah sesorang yang memiliki kemampuan memimpin sholat, berkhutbah serta membina umat.

Olehnya seorang imam diharapkan mampu mengayomi masyarakat baik dalam masjid juga pada masyarakat sekitar. Menjadi imam masjid bukan harus bersikap mempertentangkan yang tidak benar, apalagi membelanya, tapi berusaha secara baik-baik mengajak mereka pada kebenaran, hal ini karena dak’wah pada hakikatnya adalah mengajak, bukan menghakimi.

Sebelumnya, kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta tersebut di hadiri pula oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Drs. H. Fahry Djafar dan Kasi Bimas Isllam Kemenag Pohuwato Drs. H. Amin Mohune. (Voger/Ayiz)