Jumat, 27 September 2013, 15:57 –
Waspadai Penipuan Berkedok Petugas Haji

GORONTALO (Humas) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo H.Muhajirin Yanis menghimbau kepada seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) asal Provinsi Gorontalo yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 25 dan 26 UPG, agar berhati-hati dengan kejahatan terhadap Jemaah Haji saat di Mekkah, berupa penipuan yang berkedok petugas haji.

“Dengan modus menawarkan pertolongan kepada orang-orang yang tidak dikenal dan biasanya menggunakan bahasa daerah asal jemaah tersebut. Mengaku petugas haji tanpa identitas dan tanpa pengenal yang lengkap. Dan menawarkan jasa joki mencium Hajar Aswad dengan cara meminta bayaran secara paksa setelah selesai mencium Hajar Aswad,†ujar Kakanwil, saat membuka Bimtek Petugas Kloter, Karu dan Karom tingkat Kota Gorontalo, Rabu (25/09), di Aula Kankemenag Kota Gorontalo.

Saat ini kata Kakanwil, telah banyak JCH yang menjadi korban penipuan tersebut. Karena itu dihimbau kepada jemaah haji Gorontalo untuk tidak membawa uang, perhiasan dan barang berharga lainnya dalam jumlah yang banyak ketika melaksanakan ibadah di Masjidil Haram. Juga untuk tidak langsung percaya kepada orang-orang yang baru dikenal, baik orang asing maupun orang Indonesia, baik di Masjidil Haram atau di rumah, dan tidak menginzinkan masuk ke kamar (cukup diruang tamu red) untuk menghindari tindak kriminal.

“Kita patut bersyukur, JCH kita baru akan berangkat tanggal 2-3 Oktober. Ini punya hikmah tersendiri. Karena dengan informasi ini maka Jemaah kita sudah harus mewaspadai modus kejahatan seperti itu,†tuturnya, seraya berharap, Bimtek ini dapat meningkatkan tugas dan fungsi petugas haji terutama saat tiba di Mekkah untuk mengontrol jemaah. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya kejahatan terhadap jemaah haji khususnya JCH asal Gorontalo.

Kakanwil tak lupa mengingatkan, batas maksimal barang bawaan jemaah haji hanya berkisar 25 Kilogram untuk saat pemberangkatan. Dan 32 Kilogram untuk barang bawaan saat kembali dari jeddah. Hal ini sesuai kesepakatan dengan pihak maskapai penerbangan, untuk Lion Air hanya 25 Kg dan Garuda Air sebesar 32 Kg. Bukan hanya itu, Jemaah juga dilarang membawa bawaan yang dilarang untuk dibawa seperti benda tajam berbahaya dan bahan-bahan cair yang melebihi kapasitas. “Intinya penyelenggaran haji tahun ini harus lebih baik dari tahun sebelumnya,†tukasnya. (Mail)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.015534 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 363292
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.