Kamis, 24 Mei 2012, 11:17 –
MQK Tingkat Provinsi Gorontalo Sukses

GORONTALO—Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo sukses menggelar Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Gorontalo yang dilaksanakan Selasa (22/5) hingga Rabu (23/5) di Hotel Mutiara Kota Gorontalo. Untuk dua kategori yaitu kategori Kepala KUA dan KategoriPenghulu. Dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, DR. H. Abd. Kadir Ahmad, MS, APU dihadiri Kabid. Urais dan Peny. Haji. DR. H. Sabara K. Ngou, M.Pd.I, Kasi Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah, H. Asrul Lasapa, S.Ag dan Kasi Pangan Halal dan Kemitraan Umat, Dra. H. Arifin Pakaya, M.HI serta Ketua DWP Kanwil Kemenag, Hj. Nur Fadillah Kadir Ahmad.

Dari hasil perlombaan untuk tingkat Kepala KUA, peringkat pertama diraih oleh Kepala KUA Kota Barat Ismail, S.Ag. peringkat kedua Kepala KUA Paguyaman Pantai (Boalemo) H.Awis Lahamutu, S.HI. dan peringkat ketiga diraih oleh Kepala KUA Taluditi Samsul Bachri, S.HI. Sedangkan untuk kategori penghulu, juara pertama diraih oleh Safri, Lc penghulu Kabgor, juara kedua diraih Lalan Jaelani, S.HI. serta juara ketiga diraih Irfan Mointi, S.Fil.I utusan penghulu Bonbol. Rencananya pemenang pertama khususnya untuk kategori penghulu yang memiliki nilai tertinggi, Safri, Lc utusan Kab.Gorontalo akan mewakili Gorontalo dalam MQK tingkat Nasional awal Juni di Surabaya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, DR. H. Abd. Kadir Ahmad, MS, APU ketika membuka kegiatan ini mengatakan, permasalahan dalam bidang agama yang kian kompleks saat ini. Menuntut Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan penghulu sebagai perangkatnya, harus dapat memberi solusi hukum yang rujukannya mengacu pada kitab-kitab keagamaan karya para ulama klasik maupun kontemporer. Karena itu, hal yang seharusnya menjadi kemampuan dasar bagi para Kepala KUA dan penghulu adalah harus mampu membaca kitab kuning.

Abd. Kadir Ahmad, MS.APU menjelaskan, MQK atau lomba Membaca Kitab Kuning dirancang untuk mengantisipasi menurunnya minat kajian kitab kuning atau kitab berbahasa Arab, akibat pergeseran nilai. Sementara disisi lain problematika hidup umat beragama begitu kompleks. Sehingga menuntut para kepala KUA sebagai ujung tombak dalam mencairkan serta memberi solusi melalui referensi kitab yang jelas. “Untuk itu MQK ini diharapkan dapat memotivasi kepala KUA untuk bisa belajar menelaah dan membaca kitab kuning dengan baik,” ujar mantan Kepala BDK Makassar ini. Ditambahkannya, agar bisa membaca kitab dengan baik maka metode yang paling gampang adalah dengan belajar Tamyiz. Selain sebagai metode pembelajaran al-qur’an, Tamyiz juga sebagai harga diri kepala Kantor Urusan Agama (KUA). “Jika mau mudah membaca kitab kuning maka belajarlah Tamyiz,” tandas Abdul Kadir Ahmad.

Sementara itu Kasi Kepenghuluan dan Keluarga Sakinah, H. Asrul Lasapa, S.Ag melalui Ketua Panitia Amsari Alif Gobel, M.HI mengatakan, kegiatan ini bertujuan mendorong dan meningkatkan kemampuan dan kecintaan para Kepala KUA dan Penghulu pada kitab rujukan berbahasa arab. Kegiatan ini berlangsung dua hari dan diikuti oleh 24 peserta. Komponen yang menjadi penilaian dalam MQK ini adalah bidang kelancaran membaca (Fashahah al-Qira’ah), bidang kebenaran membaca (Shiha al-qira’ah) dan bidang pemahaman makna (Fahm al-Qira’ah). Sedangkan tim juri terdiri dari DR.H. Sabara Karim Ngou, M.Pd.I, H. Asrul Lasapa, S.Ag, H.Yasrullah Dinar, H.Shafwan Ali, S.Ag, M.HI, Drs.H.Arifin Pakaya, M.HI, dan H. Abd. Basid, M.Pd. (Is)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.024749 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.64
Jumlah pengunjung: 363194
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.