GORONTALO KEMENAG

KETIKA TAMU TERCINTA HADIR, MARHABAN YA RAMADHAN

...

Oleh : Marton Abdurrahman

Sebentar lagi Ramadhan akan tiba. Bulan ini sungguh istimewa dan penuh keutamaan. Sudahkah kita mempersiapkan diri menyambutnya seperti layaknya kita menyambut kedatangan tamu yang kita cinta ? Tak diragukan lagi betapa senang dan bahagianya kita menanti kehadirannya. Apalagi tamu itu tak hanya kita cintai, tetapi juga di cintai Allah Swt. Dan RasulNya, juga seluruh kaum muslimin.                    

TAMU TERCINTA...!

Siapakah yang di maksud dengan TAMU TERCINTA ? Tamu itu tidak lain adalah Bulan RAMADHAN. Bulan Ramadhan Bulan yang mulia, bulan syiam, bulan kesabaran dan takwa, bulan penuh ampunan, bulan yang terdapat didalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan saat setan dibelenggu, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibentangkan lebar, kebaikan dilipat gandakan, penuh berkah dan pahala. Maka seyogianyalah kita mempersiapkan diri sebaik mungkin menjemputnya, menyucikan ruh dan jiwa agar memperoleh keberuntungan yang besar.  "Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu" (Qs.Asy-Syam:9)

KEUTAMAAN PUASA RAMADHAN
Puasa adalah menahan diri dari makan dan minum serta hal-hal yang membatalkannya, dari fajar hingga tenggelamnya matahari. Sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim, puasa memberikan pengaruh mengagumkan dalam memelihara anggota badan dan kekuatan bathin, mengatur metabolisme tubuh hingga seimbang serta membersihkan zat-zat yang merugikan kesehatan. Puasa membantu membangun ketaqwaan, menjaga kesehatan hati dan anggota tubuh lain.

"Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang pada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya sesungguhnya ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali mahrum (yang memang terhalangi dari kebaikan.” (HR.Ibnu Majah, di-shahihkan oleh syekh Al-Albani).

Saudara Seiman dan sekeyakinan, Jika Allah SWT Masih memberi kita kesempatan emas untuk berjumpa dengan nikmatnya bulan Ramadhan, marilah kita isi hari-hari kita dengan amalan-amalan baik sebanyak mungkin dan semampu kita, dengan penuh keikhlasan dan penuh pengharapan pada Allah SWT. Penuhi hati kita dengan taubat yang sesungguhnya dan dengan tekad kuat menggapai Ridha-Nya.

Betapa beratnya waktu selama Ramadhan bagi orang-orang yang ingin "MenanG" dihadapan Allah SWT. Bagaimana mengisi dan mengatur waktu dengan baik selama Ramadhan ?

MANFAATKAN WAKTU SEBAIK MUNGKIN
Sedemikian penting dan berartinya waktu apalagi saat Ramadhan bagi hamba-hamba shalih yang mengharap ridha RabbNya. Karenanya tidaklah mengherankan jika hati kaum mukminin secara total menghadap kepada Allah SWT. Pada bulan Ramadhan dengan penuh harapan akan besarnya pahala. Mereka mengisi tiap detik waktu dengan hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT. Dan bermanfaat, baik itu amalan wajib ataupun Sunnah, serta meninggalkan semua perbuatan haram dan maksiat yang dapat merusak pahala selama Ramadhan.
    
Berikut ini amalan-amalan untuk mengisi waktu Ramadhan :
1. Puasa Ramadhan yang diwajibkan Allah SWT. Atas hambanya.
Hal ini wajib untuk seluruh muslim yang memenuhi syarat serta tidak terhalang dari hal-hal yang menggugurkan.
"Rasulullah SAW bersabda, Setiap amalan kebaikan anak Adam, akan dilipatgandakan menjadi seratus sampai 700 kali lipat. Allah berfirman, kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan mengganjarnya, karena (seorang hamba) telah menghilangkan syahwat, makan dan minum oleh sebab taat kepada-KU, maka orang yang berpuasa baginya dua kebahagiaan (yaiyu) Kebahagiaan tak kala berbuka dan kebahagiaan tak kala bertemu dengan RabbNya, dan sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi disisi Allah dibandingkan wangi minyak misk.”(HR.Bukhari dan Muslim)

"Allah SWT berfirman : Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa" (QS.Al-Baqarah :183)

Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan ikhlas niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu" (HR.Bukhari Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah).

2. Qiyamul Lail
Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa melakukan sholat malam dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengampunan, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR.Bukhari Muslim).

3. Bersedekah
“Semulia-mulianya sedekah adalah dibulan Ramadhan." (HR.An-Nasa’i)

4. Tadabbur Al-Qur’an dan banyak membacanya
Bulan Ramadhan adalah bulan saat Al-Qur’an diturunkan. Maka selayaknyalah seorang muslim memperbanyak membacanya, sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

5. I’tikaf
I’tikaf atau berdiam diri di Masjid untuk beribadah. "Adalah Nabi, beliau beri’tikaf di bulan Ramadhan selama 10 hari pada tahun meninggalnya beliau, beliau beri’tikaf selama 20 hari" (HR.Bukhari)

6. Berusaha meraih malam lailatul qadar.
"Barangsiapa yang menegakkan malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim )

7. Berumroh


8. Perbanyak dzikir, istigfar dan do’a   

Hari-hari sepanjang bulan Ramadhan adalah waktu-waktu yang dimuliakan. Karena Ramadhan adalah sebaik-baik bulan, olehnya perbanyaklah berdzikir, beristigfar dan berdo’a.

KIAT MEMANFAATKAN WAKTU RAMADHAN AGAR OPTIMAL :
* Hindarilah mengerjakan hal sia-sia selama Ramadhan. Seperti yang banyak dilakukan kebanyakan orang saat menunggu berbuka puasa dengan mengunjungi dan berdesak-desakan dipusat perbelanjaan, nongkrong yang tak berguna, menggunjing, sibuk, bersenda gurau, serta tenggelam dalam hal maksiat lain sehingga lalai beribadah.
 *Ingatlah Waktu takkan kembali, kesempatan tak datang dua kali. Dengan mengingat hal itu, Insya Allah kita akan bisa optimal memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
  *Ingatlah pahala yang Allah SWT janjikan. Insya Allah, ini akan memotivasi kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan disetiap detik waktu. Maka berbahagialah mereka yang benar-benar memanfaatkan waktu Ramadhan dengan baik dan merugilah orang-orang yang menyia-nyiakannya.
  * Tak ada salahnya membuat target ibadah. Jika kita punya target, maka kita akan punya standar tentang apa yang harus kita capai, apa yang harus dilakukan dan sebagainya. Sehingga pemanfaatan waktu benar-benar optimal.

Akhirnya semoga Allah SWT. Memberi kita kesempatan berjumpa kembali dengan Ramadhan dan member kita kemudahan mengisi waktu Ramadhan dengan banyak kebajikan. (*)