Kakankemenag Boalemo: Kerukunan Umat Beragama Harus Diupayakan Bersama

... Kakankemenag Boalemo H. Harun B. Yunus saat memberikan materi pada pelaksanaan kegiatan menangkal radikalisme dan terorisme

BOALEMO (kemenag.go.id) – Pelaksanaan kegiatan Silaturrahmi Lembaga Keagamaan (Salam) oleh Sub Bagian Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Gorontalo, Sabtu (1/9/18) kemarin dilaksanakan di Kabupaten Boalemo. Kegiatan yang dibuka oleh KakanKemenag Boalemo H. Harun B. Yunus, S.Ag, MH itu diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta tokoh wanita yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boalemo.

Para peserta yang juga merupakan Pengurus dan anggota FKUB Kabupaten serta Ketua-Ketua FKUB Kecamatan se-KabupAten Boalemo sangat antusias menerima materi dari pemateri. Pemateri terdiri dari Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Kudrat Dukalang, S.Ag, M.Pd, Kakan Kemenag Kabupaten Boalemo H. Harun B. Yunus, S.Ag, MH, dan Kasubbag Hukum dan KUB Kanwil Kemenag Drs. H. Arifin Pakaya, M.HI.

Kakankemenag Boalemo H. Harun B. Yunus, S.Ag, MH dalam materinya menguraikan tentang Peranan Kementerian Agama dalam menciptakan kerukunan Intra dan Antar Umat Beragama di Kabupaten Boalemo. Harun menjelaskan bahwa Kerukunan Umat Beragama merupakan salah satu agenda strategis sebagai fondasi ideal meletakkan segenap upaya bersama mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara.

"Oleh karenanya, Kerukunan Umat Beragama harus diupayakan bersama oleh segenap elemen bangsa yang sadar akan pentingya pembangunan karakter dan budaya rukun," ungkap Kakankemenag.

Selanjutnya pada bagian penutup materinya Harun menekankan pelaksanaan enam poin pandangan dan sikap umat beragama tentang Etika Kerukunan Umat Beragama, yaitu pertama, Setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sebagai sesama mahluk ciptaan Tuhan dan saudara sebangsa. Kedua, setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, Empati, Penuh Kasih Sayang, dan sikap saling menghormati. Ketiga, setiap Pemeluk Agama bersama Pemeluk Agama Lain mengembangkan dialog dan kerja sama kemanusiaan untuk kemajuan Bangsa.

Keempat, setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain. Kelima, setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin, aqidah, keyakinan dan praktik peribdatan agama lain. Dan keenam, setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antarumat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan antarumat beragama.

"Kalau keenam poin ini bisa dilaksanakan dalam kehidupan umat beragama sehari-hari, maka kerukunan umat beragama akan selalu terjaga. Dan dengan demikian juga kehidupan Berbangsa dan Bernegara akan selalu bisa mencapai cita-cita sebagaimana yang diinginkan bersama," terang Kakankemenag. (isman/rie)