Menag RI: Jangan Hanya Membaca, Tapi Kakanwil Harus Pahami PMA

... Pose bersama Manag RI, Lukman Hakim Saifuddin bersama para Kakanwil se-Indonesia pada kegiatan Pertemuan Kakanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia dan Pejabat Eselon I, II Kemenag RI, Minggu (7/10) kemarin yang berlangsung di Hotel Adimul, Medan, Sumut

Medan (kemenag.go.id) – Disela sela pembukaan MTQ Nasional ke XXVII di Kota Medan Sumatera Utara, Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Lukman Hakim Saifuddin, datang dan berkunjung langsung pada kegiatan Pertemuan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi se-Indonesia dan Pejabat Eselon I, II Kementerian Agama RI, Minggu (7/10) kemarin yang bertempat di Hotel Adimulia Kota Medan.

Pada kesempatan itu, Mag RI Lukman Hakim Saifuddin kembali mengingatkan kepada seluruh peserta kegiatan, khususnya kepada para Kakanwil se-Indonesia agar penyelenggaraan MTQ Nasional tidak hanya dijadikan replikasi atau contoh saja, akan tetapi harus ditingkatkan terus kualitas penyelenggaraanya di setiap Provinsi. “Kita punya sejarah yang cukup panjang dalam menyelenggarakan MTQ, dan itulah mengapa Indonesia oleh dunia dikenal sebagai Negara yang amat baik dalam penyelenggaraan MTQ, bahkan dijadikan contoh,” ungkap Menag RI.

Lebih lanjut Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, ini menjadi tantangan buat kita semua, bagaimana MTQ ini meningkat kualitasnya dan tidak hanya kualitas penyelenggaraannya saja. Ada tiga hal utama yang betul betul menjadi ruh atau jiwa bahkan nyawa dari MTQ yang hakekatnya adalah lomba, yakni pertama, Objektifitas, kedua, Profesionalitas dan yang ketiga adalah Akuntabilitas.

Karenanya ketiga unsur utama ini yakni, Objektifitas, Profesionalitas dan Akuntabiltas akan diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang MTQ dan STQ. Untuk itu, PMA tersebut harus diimplementasikan oleh seluruh Kakanwil se-Indonesia dengan sebenar benarnya. “Saya berharap setiap Kakanwil harus memahami betul isi dari PMA itu, tidak hanya sekedar membaca, tapi memahami bahkan menjiwai betul isi PMA dan ketika masing masing Provinsi mengadakan MTQ, maka PMA itu juga yang akan menjiwai pelaksanaan MTQ tersebut ditingkat Provinsi masing masing,” tegasnya.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Kudrat Dukalang. S.Ag M.Pd, ketika dimintai tanggapannya tentang apa yang disampaikan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan dirinya akan memfollow up seluruh kebijakan yang disampaikan oleh  Menteri Agama Republik Indonesia itu.

“Setiap hal yang disampaikan pak Menteri adalah perintah yang wajib dilaksanakan, bukan sekedar ungkapan namun lebih daripada itu merupakan pedoman dan tuntunan dalam pelaksanaannya di daerah serta untuk mensukseskan seluruh program pemerintah terlebih-lebih program Kementerian Agama itu sendiri,”  pungkas Kakanwil. (Hamdan Zain)