Gandeng BASARNAS, Kemenag Gorut Bina Mental Aparaturnya 

...

GORUT (kemenag.go.id) – Mental merupakan kekuatan diri untuk menghadapi sesuatu, dan mental adalah suatu hal yang dapat mengarahkan manusia pada perilaku positif maupun negatif. Oleh karena perlu adanya pembinaan dan pelatihan dalam hal memanage mental khususnya bagi aparat Kementerian Agama Gorontalo Utara.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara Dr. H. Arfan A. Tilome, MHI saat membuka kegiatan Pembinaan Mental Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Honorer di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gorontalo Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan Sub bagian Tata Usaha tersebut berlangsung di Exotic Beach Kabial Bone, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (6/10/18). 

Menurut Arfan, dijajaran Instansi atau lembaga, khususnya termasuk Kemenag Gorut tentu memiliki banyak karakter aparat yang beragam, dan orientasi kerja dari setiap aparat ialah melayani serta saling berkomunikasi antar sesama aparat. 

“Maka dari itu tentu butuh kesiapan mental agar saling menghargai dan kerjasama yang baik dapat terwujud,” ujar Arfan.

Dijelaskannya, sikap mental dapat dibagi menjadi dua kategori, vertikal dan horizontal. Secara vertical mental kita harus senantiasa terisi dengan nilai-nilai religius atau mendapatkan siraman rohani yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sementara secara horizontal, sambungnya, mentalitas kita harus bisa berinteraksi dengan sesama secara harmonis dan mampu beradaptasi dengan lingkungannya.

“Saya berharap, agenda ini diikuti dengan baik agar sasaran dari kegiatan ini dapat tercapai, yakni Membangun jiwa kepemimpinan, kebersamaan, kekompakan, saling menghargai, disiplin  dan lain-lain,” harapnya.

Arfan menutup sambutannya dengan kata-kata bijak untuk memotivasi seluruh peserta. “Tidak ada kata gagal sebelum anda berhenti untuk mencoba, biarkan mereka berbicara tentang kekuranganmu, yang perlu dilakukan adalah membuktikan bahwa dirimu yang terbaik,”.

“Janagn mencari kawan yang membuat kamu merasa nyaman, tetapi carilah kawan yang memaksamu terus bekembang,”. “Jangan menjadikan kesibukan sebagai alasan untuk tidak mengembangkan diri, akhir dari sesuatu adalah awal dari sesuatu yang lain, apapun yang dilakukan awalilah dengan Doa,” tutup Arfan.

Selanjutnya seluruh peserta diarahkan kelokasi pelatihan yang dikemas dengan Games, dan masing – masing games memiliki makna dan tujuan yang kesemuanya dapat membentuk karakter dari setiap peserta bersikap positif dan konsisten. (umar/Irsyad)