Kakanwil Buka Dialog Lintas Agama Di KUA Kota Utara

... Kakanwil, H. Kudrat Dukalang, S.Ag, M.Pd Plt. Kakankemenag Kota, H. Hamka Arbie, M.HI bersama KTu Kemenag Kota, H. Safwan Eki saat memberikan arahannya pada kegiatan Dialog Lintas Agama.

GORONTALO, (kemenag.go.id) Kepala Kantor Wilayah Kementerian (Kakaknwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, H. Kudrat Dukalang, S.Ag, M.Pd didampingi Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), H. Hamka Arbie, M.HI yang juga merupakan pelaksana tugas Kakankemenag Kota, bersama Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Kota, H. Safwan Eki, dan KUA Kota Utara Fahri Hioda, membuka sekaligus memberikan arahannya pada kegiatan Dialog Lintas Agama di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Gorontalo, Jumat (12/10) di aula Kantor Urusan Agama (KUA) Kota  Utara.

Pada kesempatan itu, dihadapan 40 orang peserta dialog lintas agama dari berbagai unsur diantaranya, unsur Kesbangpol, Unsur Kesra Kecamatan se-Kota Gorontalo, Unsur KUA, para tokoh Agama dan para tokoh masyarakat, orang nomor satu di Kemenag Gorontalo ini mengajak kepada seluruh unsur terkait yang tergabung pada dialog lintas agama khususnya tokoh masyarakat untuk selalu menjaga dan merawat kerukunan umat beragama yang ada di Provinsi Gorontalo khusunya Kota Gorontalo sehingganya jika terjadi perbedaan atau perselisihan dapat diselesaikan melalui dialog seperti ini.

“Keberadaan tokoh agama, pemuka agama, dan majelis agama sangat penting dan strategis di tengah umat. Tidak hanya dalam memberikan pemahaman keagamaan, tapi juga dalam upaya menjaga dan memelihara kerukunana umat beragama,” terangnya.

“Kerukunan umat beragama tidak hanya tanggungjawab pemerintah. Kerukunan harus menjadi kesadaran kolektif seluruh masyarakat yang ada di Provinsi Gorontalo. Untuk itu, dengan adannya dialog ini, Insya Allah kondisi Provinsi Gorontalo terutama kehidupan sosial bermasyarakat, toleransi dan kerukunan umat beragama bisa terjaga,” tambah Kakanwil.

Sementara itu Kepala Urusan Agama Fahri Hioda dalam laporan paniti menyampaikan, dialog ini bertujuan untuk berdiskusi apabila ada gejala timbulnya sesuatu yang dapat merusak kerukunan umat beragama di Gorontalo. (Ayiz/Rie/Im)