Paparkan Materi di Acara KESBANG-POL, Kakankemenag Gorut Uraikan ini

...

GORUT (kemenag.go.id) -Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Dr. H. Arfan A. Tilome, MHI hadiri kegiatan bimbingan teknis (Bimtek)/sosialsasi Penguatan Wawasan Kebangsaan, Politik Masyarakat dan Kerukunan Umat Beragama Tingkat Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2018 yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo Utara digedung Meeting Room Dhidi Mart Lt 3 Desa Titidu Kecamatan Kwandang Kab. Gorontalo Utara. Selasa (04/12/18)

Selain hadir, Kakankemenag juga didaulat oleh penyelenggara untuk memaparkan kondisi terkait Keurukunan Umat Beragama (KUB) bersamaan narasumber lainnya dari unsur Komando Distrik Militer (KODIM) 1304 Gorontalo dan Kepolisian Resort Gorontalo dipandu moderator Taofik Sako Karyawan TVRI.

Dihadapan 200 peserta yang terdiri Kepala Desa se-Kabupaten Gorut, pengurus partai politik, pengurus forum kerukunan umat beragama, tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan peserta keselurahan dengan total, Kakankemenag menjelaskan faktor yang dapat memicu konflik maupun etika kerukunan dalam memelihara kerukunan antar umat beragama.

Menurutnya, semangat pemerintah dalam mewujudkan kerukunan diantaranya dengan pembentukan wadah Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten/Kota berdasarkan Peraturan Bersama antara Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. 

“Alhamdulillah, dalam rangka memperkokoh kerukunan ini, kita difasilitasi oleh FKUB merupakan forum bentukan masyarakat dan difasilitasi oleh pemerintah, dan telah menjalankan program-programnya. Untuk Kemenag Gorut sendiri telah menggelontorkan dana untuk FKUB ini dalam bentuk bantuan operasional sejumlah 50 juta ditahun ini atau meningkat 10juta dari sebelumnya 40 juta,” ungkap Kankemenag Gorut

Selanjutnya, Kakankemenag menguraikan faktor yang dapat memicu konflik agama adalah penyiaran agama, sehingganya diatur bahwa penyiaran agama adalah bagi yang se-agama saja. Berikut adalah bantuan luar negeri, perkawinan beda agama, dan pengangkatan anak. Untuk memelihara kerukunan, ada enam etika kerukunan yang telah disepakati seluruh umat beragama meliputi :

Pertama, setiap pemeluk agama memandang pemeluk agama lain sesama makhluk tuhan dan saudara sebangsa, bahkan yang tidak beragamapun kita yakini semua adalah mahluk Tuhan;
Kedua, setiap pemeluk agama memperlakukan pemeluk agama lain dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang dan sikap saling menghormati;
Ketiga, setiap pemeluk agama bersama pemeluk agama lain pengembangkan dialog dan kerjasama kemanusiaan untuk kemajuan bangsa;
Keempat, setiap pemeluk agama tidak memandang agama orang lain dari sudut pandangnya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal agama lain; 
Kelima, setiap pemeluk agama menerima dan menghormati persamaan dan perbedaan masing-masing agama dan tidak mencampuri wilayah doktrin/akidah/keyakinan dan praktek peribadatan agama lain; dan
Keenam, tambah kakankemenag, yakni setiap pemeluk agama berkomitmen bahwa kerukunan antar umat beragama tidak menghalangi penyiaran agama, dan penyiaran agama tidak mengganggu kerukunan antar umat beragama.

“Alhamdulillah Gorut ini sangat aman dan semua dapat melaksanakan ibadah sesuai dengan agama masing-masing dengan nyaman,” tutupnya. 

Penulis : irsyad
Editor : b@im
Sumber : -