PAI Boalemo Permantap Akidah dan Ahlak Generasi Muda Desa Tabulo

... Antusias para generasi muda khususnya kaum perempuan yang ada di Desa Tabulo, Kecamatan Mananggu mengikuti pertemuan dalam mempermantap akidah dan akhlak Islam.

Boalemo (kemenag.go.id) – Guna mempermantap pemahaman agama khususnya agama Islam, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kabupaten Boalemo melaksanakan kegiatan penyuluhan keagaaman pada generasi pemuda dan remaja pada Desa Tabulo Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo, Selasa (21/10/19).

Pada kesempatan itu Sri Wulan Humonggio, menjelaskan, tujuan diadakan keiatan ini ak lain adalah untuk meningkatkan layanan dakwah dan pengembangan kegiatan keagamaan sebagai solusi terbaik merubah situasi dan kondisi yang terjadi di masyarakat khususnya bagi generasi muda dan remaja yang ada di Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo.

Peran dari penyuluh perlu kita tingkatkan dikarenakan melihat situasi atau gambaran keadaan dan kondisi generasi muda khusunya para remaja kita yang rapuh pengetahuan apalagi pengamalan agamanya. Hal inipun dikarenakan tingginya angka pernikahan usia dini (kawin anak) dan hamil sebelum nikah yang dipicu oleh pergaulan yang tidak disandarkan pada syariat Islam, serta kontrol dan bimbingan orang tua yang lemah dilingkungan masyarakat,” katanya.

Sri Wulan Humonggio berharap memulai dakwah dan kegiatan keagamaannya dengan mendirikan dan menjalankan sebuah pusat pengembangan Anak Islam dalam bentuk tempat berupa, pondok dan gazebo sebagai wadah untuk memberikan pendidikan dan pengetauan agama bagi masyarakat seperti Taman Pendidikan Alquran (TPQ), Taman Bacaan Masyarakat Islam (TBMI), dan Majelis Taklim, serta Kajian kajian Islami dan Motivasi Islam yang diberi nama dan telah dikenal sebutannya  Pondok “Uwais Al-Qarni” di Desa Tabulo Kecamatan Mananggu Kabupaten Boalemo ini.

“Jaman sekarang ini kiranya kaum wanita bisa menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang menyebabkan rusaknya genersi kita contohnya pernikahan yang sekarang ini banyak disebabkan hamil diluar nikah,” pungkasnya sembari mengatakan bahwa sejatinya bagi kaum lelaki, perempuan bukanlah secawan air yang habis dan dapat dituang kembali. (Nyoman/MahFud/Ayiz)