MTsN 1 Pohuwato Laksanakan Gerakan Literasi Madrasah

... Siswa siswi MTsN 1 Pohuwato sedang membaca di ruang literasi perpustakaan madrasah

POHUWATO (kemenag.go.id)  Untuk menumbuh kembangkan minat baca dan menulis menuju siswa siswi yang berkemampuan dan berkepribadian. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pohuwato melaksanakan Gerakan Literasi Madrasah, Rabu (15/01/2020) bertempat di ruang perpustakaan madrasah.

Kepala MTsN 1 Pohuwato Nilda Ladiku menjelaskan, gerakan ini diprogramkan setiap hari, dimana kelas kosong atau ada guru yang berhalangan masuk karena sakit, maka siswa siswinya diarahkan dan diwajibkan membaca di ruang perpustakaan. Ini merupakan upaya menyeluruh madrasah dengan melibatkan peserta didik, tenaga pendidik sebagai bagian dari ekosistem pendidikan literasi.

“Program ini sebenarnya sudah kami jalankan sejak tahun 2019, dan untuk tahun 2020 ini lebih kami giatkan lagi. Tujuannya adalah untuk melatih kecepatan membaca serta memahami, sekaligus kemampuan mempresentasikan hasil bacaan siswa, baik lisan maupun dalam bentuk tulisan,” jelas Nilda.

“Program ini kami laksanakan setiap hari, namun kami khususkan kepada siswa siswi yang kelasnya tidak ada guru karena berhalangan hadir saja. Dan Itu wajib bagi mereka untuk membaca di perpustakaan madrasah,” lanjutnya lagi.

Nilda sangat berharap program ini dapat meningkatkan minat baca warga madrasah yang dipimpinnya itu, terkhusus para peserta didiknya. Dirinya menginginkan kebiasaan membaca itu pada gilirannya nanti menjadi sebuah kebutuhan dan dapat memberikan manfaat kepada para siswa maupun para guru di MTsN 1 Pohuwato.

Sementara Itu Kepala Perpustakaan sekaligus Pembimbing Literasi di MTsN 1 Pohuwato, Iram Supu mengatakan, dengan membaca kita bisa membuka jendela dunia, dapat membuka cakrawala, memperluas imajinasi, memperhalus tutur kata dan memperindah budi pekerti.

“Jika kita sering membaca, maka akan banyak hal-hal yang tidak ketahui, menjadi sesuatu yang kita ketahui. Bukan itu saja, dengan membaca pula wawasan dan imajinasi kita akan lebih banyak serta luas. Kita tidak akan terlihat seperti orang yang kurang pergaulan, sebab semuanya telah kita ketahui. Dan motivasi menulis pun akan ikut dengan sendiri nantinya,” imbuh Iram (Unus/R@ja)