Penghuni Aspuri MAN 1 Kabgor Giat Baca Qur’an dengan Metode Wafa

... 26 orang penghuni Asrama Putri dilatih bacaan Al-Quran menggunakan metode Wafa

KABGOR (kemenag.go.id) – Selasa (14/01/2020) malam bertempat di Asrama Putri (Aspuri) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) setelah melaksanakan sholat isya, 26 penghuni asrama dilatih baca Al-Qur’an dengan menggunakan metode Wafa.

Kegiatan ini terinspirasi dari pembina Aspuri, Ratna yang menginginkan agar setiap penghuni Aspuri mampu menghafal banyak surat Wur’an disertai dengan pengucapan yang sesuai tajwid.

Kepada awak Humas, Ratna menjelaskan bahwa metode Wafa merupakan system pendidikan Al-Qur’an modern menggunakan otak kanan yang bersifat komprehensif dan integratif dengan metodologi terkini yang dikemas mudah dan menyenangkan. Sebagai wujud dari komprehensifnya sistem ini, pembelajaran dilakukan secara integral, mencakup 5 T (Tilawah, Tahfidz, Tarjamah, Tafhim, dan Tafsir). Kelima program tersebut, menurutnya merupakan wujud usaha revolusi pembelajaran Al-qur’an yang dikemas sangat bersahabat dengan pembelajar, khususnya anak-anak.

“Banyak mereka yang sudah mulai hafal surat-surat dalam Al-Qur’an, namun sering saya dengar bacaan mereka masih banyak yang keliru, sehingganya saya berinisiatif menggiatkan kegiatan ini,” tutur Ratna.

“Metodologi  pembelajarannya merujuk pada alur pembelajaran TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demostrasikan, Ulangi, Rayakan) dan pendekatan otak kanan (asosiatif, imajinatif, dll),” imbuhnya.

Tak hanya sampai disitu saja, kegiatan itupun dipantau oleh Penanggungjawab Asrama Mustaqim.. Selain memberikan dukungan kepada para penghuni Aspuri, besar harapan Mustaqim setelah penghuni Aspuri itu lulus dan keluar nanti, setiap ilmu dan pengalaman yang mereka dapatkan bisa terus diaplikasikan dilingkungan keluarga maupun masyarakat.

‘Saya bangga kepada adik-adik penghuni Aspuri ini, mereka masih setia mengikuti program asrama walaupun tubuh mereka lelah menghabiskan waktunya belajar dari pagi hingga sore hari di madrasah, namun tetap antusias mengikuti kegiatan ini.  Semoga ini bisa menjadi bekal mereka kelak, disaat turun ke masyarakat dan mampu menambah kader Hafidz/hafidzah yang cinta akan Al-Qur’an,” tukas Mustaqim, (Vhany/raya/R@ja)