KUA Botupingge Sosialisasikan UU Perkawinan Terbaru ke Aparatur Desa

...

BONBOL (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Botupingge, Jamil  beserta penyuluh Non PNS di wilayah kerja KUA Kec. Botupingge, Kamis (16/01/2020) mengadakan kunjungan silaturrahim kepada aparat Desa Panggulo Barat dan tokoh agama, dan diterima oleh Kepala Desa Panggulo Barat beserta seluruh jajarannya di Kantor Desa Panggulo Barat.

Dalam kesempatan itu Kepala KUA Botupingge, Jamil mensosialisasikan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2019 yang merupakan revisi atas UU  nomor 1 Tahun 1974 tentang batas minimum usia perkawinan bagi perempuan. Jamil menguraikan dimana kalau pada UU nomor 1 Tahun 1974 usia minimal wanita untuk melakukan pernikahan adalah 16 tahun, maka setelah adanya revisi, batas usia minimal wanita untuk menikah menjadi 19 tahun.

“Dengan adanya revisi Undang-Undang ini, maka terjadi perubahan atas batas minimum usia menikah bagi perempuan menjadi 19 tahun, jadi usia laki–laki dan perempuan sudah sama,” urainya.

Jamil juga berharap dengan disahkannya revisi UU Perkawinan mengenai batas usia minimum bagi perempuan itu,  setiap pihak yang berkepentingan dapat mematuhinya, sehingga tidak ada lagi pernikahan dibawah umur yang bisa memicu tingginya angka perceraian ditengah-tengah masyakat.

"Harapannya adalah dengan tersosialisaikanya aturan ini, benar benar bisa dipatuhi oleh seluruh unsur masyarakat, sehingga tidak menimbulkan masalah ketika mereka akan menikah,” lanjut Jamil.

Selain itu juga, Jamil  mengajak setiap aparat desa dan tokoh agama yang ada di Desa Panggulo Barat untuk dapat turut serta memberikan informasi kepada masyarakat, hingga masyarakat dapat mengetahui dengan jelas aturan nikah terbaru yang sudah diberlakukan.

“Mari kita bersama menginformasikan kepada masyarakat perihal Undang Undang ini, guna meminimalisir adanya pernikahan yang belum cukup umur, dan akhirnya bisa menekan angka perceraian di Kabupaten Bone Bolango khususnya dan Provinsi Gorontalo pada umumnya,” ajak Kepala KUA Botupingge itu. (Yeti/R@ja)