BWI Gorontalo Raih Peringkat Pertama Penilaian Indeks Literasi Wakaf se-Indonesia

...

GORONTALO (kemenag.go.id) – Setelah sebelumnya meraih peringkat 6 se-Indonesia dalam penilaian Pendampingan Audit Syariah Pengelola Lembaga Zakat pada bulan Februari yang lalu, kali ini Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Gorontalo raih peringkat pertama dalam Penilaian Indeks Literasi Wakaf Tertinggi se-Indonesia. Hal ini sesuai hasil pengumuman yang disampaikan saat pelaksanaan zoom meeting antara BWI Pusat dengan BWI Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia yang berjumlah kurang lebih 157 peserta, Sabtu (30/05/2020).  

Menanggapi hal tersebut, Ketua BWI Provinsi Gorontalo Arifin Agule menyampaikan prestasi yang diraih itu merupakan hasil kerja kerja seluruh elemen BWI Provinsi Gorontalo selama ini. 

“Alhamdulillah kita mendapatkan pengakuan berupa peringkat pertama dalam hal Penilaian Indeks Literasi Wakaf Tertinggi se-Indonesia. Dan ini adalah berkat kerja sama yang baik seluruh perangkat BWI. Kami selama ini telah melaksanakan Literasi Wakaf Gorontalo dengan masuk ke lini Perguruan Tinggi se-Provinsi Gorontalo dan beberapa Madrasah lewat Giat Wakaf Goes To Campus dan Wakaf Go To School,” ujar Arifin.

“Kami melaksanakan ini tidak sendirian, bekerja sama dengan Bidang Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, dalam hal ini Seksi Pemberdayaan Wakaf  dalam melaksanakan Literasi Wakaf. Gaung Literasi Wakaf ini menghadirkan  kurang lebih 1000 mahasiswa.  Begitu pula dengan literasi wakaf melalui Pembinaan Nazhir,” lanjutnya.

Begitu pula yang dikatakan Sekretaris BWI Provinsi Gorontalo Syafrudin Baderung. Ia mengatakan bahwa bukan hanya melalui Giat Wakaf Goes To Campus dan School saja, namun juga BWI Gorontalo menggaungkan Literasi Wakaf uang dan juga literasi berupa mempublish pentingnya amalan Wakaf melalui pencetakan 1000 benner dan Baliho.

“Untuk giat Wakaf Uang, kami bekerjasama dengan Bank Muamalat Gorontalo. Sedangkan untuk prestasi yang diraih, kami hanya bisa mengira-ngira mungkin hal-hal yang kami lakukan inilah yang menjadi indikator BWI Gorontalo mendapatkan nilai tertinggi. Hal ini karena kami tidak mengetahui bahwa selama ini BWI Pusat sedang menilai kerja kerja kami. Mudah-mudahan ini akan menjadi motivasi  kedepan untuk lebih meningkat lagi,” timpal Syafrudin yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Kemenag Gorontalo itu.

Sementara itu anggota Divisi Pengelolaan dan Pemberdayaan Wakaf BWI Provinsi Gorontalo Maryam Hamid  menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota, Kepala Seksi Bimas Islam, Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Kab./Kota, dan para Kepala KUA Kecamatan selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yang telah bekerja sama menggaungkan Literasi Wakaf hingga BWI Provinsi Gorontalo meraih prestasi yang cukup membanggakan tersebut.

"Wakaf adalah salah satu Produk dari Sebahagian Program Allah SWT. Semoga upaya kita dalam menggaungkan Amalan Wakaf termasuk mensukseskan Program  Allah SWT dan sebagai tabungan amal kelak persiapan menuju kekampung akhirat," ujar Maryam yang juga selaku Kepala Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Gorontalo.

Ditemui terpisah, Plt. Kepala Kantor Wilayah (Plt. Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo H. Hamka Arbie menyampaian apresiasinya atas raihan yang dicapai BWI Provinsi Gorontalo. Menurut Plt. Kakanwil hal itu menunjukkan kerja kerja BWI Gorontalo selama ini tidak sia-sia dan mendapatkan perhatian BWI Pusat.

“Terima kasih telah menorehkan hasil terbaik untuk Gorontalo. Dan ini perlu dipertahankan serta terus ditingkatkan, sebab kedepannya tantangan akan lebih berat lagi, khususnya untuk meraih skor diatas 80. Penilaian-penilaian seperti ini pula bisa menjadi salah satu alat evaluasi keberhasilan program edukasi dan peningkatan literasi wakaf masyarakat di Provinsi Gorontalo,” tandas Plt. Kakanwil. (Maryam/R@ja)