MAN 1 Kabgor Wakili MA Paparkan KDTSP di Launching SOP Kemenag Kabgor

... Kepala Madrasah Rommy Bau saat memaparkan penerapan SOP new normal dan KDTSP jenjang Madrasah Aliyah.

KABGOR (kemenag.go.id) – Saat mengikuti kegiatan Launching Dokumen SOP New Normal dan Dokumen Kurikulum Darurat Tingkat Satuan Pendidikan (KDTSP) Madrasah yang digelar secara virtual, Rabu (08/07/2020) oleh Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Gorontalo, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau mewakili Madrasah Aliyah memaparkan KDTSP yang akan diterapkan di madrasah aliyah.

Dalam paparannya,  Rommy menguraikan teknis pelaksanaan serta tata tertib yang akan diberlakukan bagi seluruh warga madrasah dalam menghadapi pembelajaran di era tatanan kehidupan baru. Penyusunan KDTSP itu menurut Rommy, juga mengacu pada standar isi dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).

"Keterlibatan semua unsur dan pemangku kebijakan dalam proses penyusunan KDTSP ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya generasi Islam yang berkualitas sesuai dengan visi madrasah,” urai Rommy.

Selain itu, struktur kurikulum setiap jurusan peminatan, baik IPA, IPS, maupun Agama, juga diungkapkan Rommy. Menurutnya telah include pula didalamnya program madrasah riset pada mata pelajaran muatan lokal. Sementara untuk pengembangan diri yang diprogramkan melalui Bimbingan Konseling (BK), akan dilaksanakan secara kondisional, begitupun dengan pemantapan baca tulis Al-Qur’an, kepramukaan, olahraga dan seni yang akan diatur dalam program kegiatan ekstrakurikuler.

Terkait tata tertib madrasah pada KDTSP, Kepala Madrasah Rommy Bau menyampaikan, untuk tata tertib agak sedikit diperketat, khususnya pada penerapan protokol kesehatan bagi semua warga madrasah. Menurut Rommy, hal yang paling krusial di masa new normal adalah kepatuhan terhadap tata tertib yang diberlakukan. Oleh karena itu, bila memang disetujui melakukan pembelajaran secara tatap muka, maka tidak diperkenankan pendidik meninggalkan kelas dalam keadaan kosong.

“Isi tata tertib KDTSP tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya, hanya saja diberikan tambahan penerapan protokol kesehatan yang ketat saat melaksanakan tugas di madrasah, baik itu pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didik. Sehingga, sanksi akan diberikan bila melakukan pelanggaran tata tertib, khususnya bagi peserta didik yang tidak mematuhi protokol kesehatan, yakni tidak dibenarkan memasuki area MAN 1 Kab. Gorontalo,” tutur Rommy.

“Ingatlah selalu, bahwa kita adalah generasi yang menyaksikan perubahan,” tandas Rommy mengakhiri paparannya. (Vhany/raya/R@ja)