Kakanwil Buka Kegiatan Penyusunan Darurat Masa Pandemi se-Induk KKGM MIN Gorut

... Suasana penyusunan darurat masa pandemi se-Induk KKGM MIN 1 Gorontalo Utara yang dibuka langsung oleh Kakanwil Kemenag Prov. Gorontalo, Syafrudin Baderung belum lama ini.

Gorontalo, (kemenag.go.id) -  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid PendMa), Fitriyani Humokor bersama Kakankemenag Gorontalo Utara (Gorut), Arfan A. Tilome beserta Kasi Kurikulum Bidang PendMa, Masruljanto Usman dan Kasi PendMa Kemenag Gorut Sudaryono KAI dengan Kepala MIN 1 Gorut, Lubis Buheli secara resmi membuka kegiatan Penyusunan Kurikulum di masa pandemi se- Induk Kelompok Kerja Guru Madrasah (KKGM) MIN 1 Gorut dihadapan para kepala madrasah, para guru dan operator lainnya se-Kabupaten Gorut, Selasa (22/9/2020) di aula Pantai Wisata Botudidingga.

Pada kesempatan itu Kakanwil Kemenag Prov. Gorontalo, Syafrudin Baderung memberikan apresiasinya kepada Kepala MIN 1 Gorut yang telah melaksanakan kegiatan Penyusunan Darurat masa Pandemi se-Induk KKGM Gorut.

“Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada para kepala madrasah, para guru dan operator lainnya se-Kabupaten Gorut khususnya MIN 1 Gorut beserta jajaranya yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik walaupun pada masa pandemi yang hingga sampai saat ini masih menyelimuti bumi serambi Madinah,” ungkapnya.

Lanjut orang nomor satu di Kemenag Gorontalo ini menambahkan, saat ini corona virus desearse bukan hanya saja melanda Gorontalo, namun melanda seluruh dunia bahkan dampak virus inipun sangat dirasakan dalam dunia pendidikan pada umumnya.

Satuan pendidikan tutup pembelajaran tatap muka bersama para peserta didik dikarenakan kekhwatiran pendidik, tenaga kependidikan akan bahaya dari virus ini. Bahkan sampai dengan saat ini pemerintahpun telah mengeluarkan beberapa kebijakan yang dipandang penting untuk mengatasi penyebaran wabah yang tidak hanya pada kalangan masyarakat saja namun juga pada lingkungan pendidikan. Olehnnya itu, sistem pembelajaran diatur agar tetap berjalan.

Bahkan demi menunjang pembelajaran tetap aktif, model pembelajaran pun juga berubah yakni melalui dengan E-Learning yang bekerjasama dengan Google for Education melalui Google Suit yakni Classroom, Google Meet dan lain sebagainya dan memberikan jaminan kepada seluruh guru khususnya para guru yang ada di madrasah selain mendapatkan fasilitas gratis dari Google juga mendapatkan kuota internet gratis sebesar 30 GB yang diharapkan nantinya bisa dipergunakan untuk menunjang dan meningkatkan mutu pendidikan yang ada di madrasah.

“Saat ini Kemenag telah mengeluarkan panduan kurikulum darurat selama masa pandemi virus corona melalui keputusan Dirjen Pendis No. 2791 tahun 2020 tentang panduan pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi covid-19,” terangnya.

“jadi, dengan dikeluarkanya aturan ini, madrasah dapat melakukan modifikasi dan inovasi pada struktur kurikulum, beban belajar, strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar yang memperbolehkan proses pembelajaran lewat daring, luring dan pendampingan dengan materi yang esensial. Dan guna menghindari terjadinya kerumunan masyarakat terkait penerimaan peserta didik baru atau PPDB pada masa covid-19 ini, Direktorat KSKK Madrasah juga menyediakan secara online. Jadi untuk sementara ini semua dilaksanakan dan dilakukan secara online,” urai Kakanwil menambahkan. (Ayiz/Irjan)