Pandemi Tak Surutkan Pesantren Wahdah Islamiyah Cetak Tahfidz Qur’an

...

BONBOL,(kemenag.go.id) – Pasca diresmikan tahun 2008 silam, Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) lahirkan salah satu hafidz Qur’an 30 Juz. Rabu (23/09/2020), Muhammad Fuad Duengo, salah satu santrinya telah menyelesaikan hafalan Alquran sebanyak 30 Juz.

Hal ini membuktikan pesantren yang berada dalam naungan yayasan pendidikan El-Madinah Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Wahdah Islamiyah Gorontalo telah mengalami perkembangan, baik itu dari segi kualitas sarana pendidikan, kualitas pengajar dan kualitas para santri.

Ketika dimintai keterangannya, koordinator tahfidz Djasri Mohi menerangkan Muhammad Fuad Dengo merupakan santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Bonbol Kelas XI. 

“Selaku koordinator tahfidz di pondok ini, saya sangat terharu dan bahagia ketika ananda Muhammad Fuad Dengo menyelesaikan hafalan qur’annya. Bahkan pada lembaran-lembaran terakhir hafalannya saya membayangkan betapa bahagianya kedua orang tua santri tersebut, karena memiliki investasi akhirat kelak. Dan terbetik pula doa dalam hati saya, bahwa kedua orangtuanya akan mendapatkan syafaat di akhirat,” ungkap Djasri.

Djasri menambahkan, selama pandemi ini Pondok Pesantren Wahda Islamiyah melakukan sistem pembelajaran online. Menurutnya, sistem pembelajaran terus dilakukan menggunakan metode secara daring, tetapi khusus untuk hafalan Al-Quran, tim pengajar langsung mendatangi rumah-rumah santri.

“Walau dalam kondisi pandemi, secara otomatis sistem pembelajaran yang serba dibatasi ternyata tidak menyurutkan kualitas para santri. Hal ini selaras dengan apa yang disampaikan oleh Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Wahdah Islamiyah Bonbol, Mansur Kasa bahwa Pondok Pesantren merupakan wadah pengembangan dan pendalaman ilmu tentang agama Islam diharapkan akan terus mencetak generasi-generasi islami dan akan terus mengembangkan syiar islam ditengah-tengah masyarakat Indonesia sekalipun bangsa ini dalam kondisi pandemi COVID-19,” ungkap Djasri.

“Saya sangat bersyukur karena dengan kondisi yang serba dibatasi ternyata kami masih mampu melahirkan para tahfiz qur’an, generasi Qur’ani di Bumi Cemerlang Bone Bolango yang kita cintai, dan kami akan terus membimbing para santri kami untuk terus meningkatkan kecerdasan, baik itu kecerdasan intlektual maupun kecerdasan spiritual. Sehingga fungsi pesantren untuk menciptakan dan mengembangkan kepribadian muslim yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, bermanfaat bagi masyarakat atau berkhidmat kepada masyarakat dengan jalan menjadi kawula atau abdi masyarakat, sebagaimana kepribadian Nabi Muhammad SAW,” tutup Djasri.

Penulis     : yeti
Editor     : b@Im
Sumber    : Kontributor Kantor Kementerian Agama Bone Bolango