Kepala MTsN 2 Kabgor : LHKASN Wujudkan Integritas dan Transparansi ASN

... Suasana Kegiatan Sosialisasi dan Asistensi LHKASN tahap 2 di Aula Kantor Kemenag Kab. Gorontalo

KABGOR (kemenag.go.id) - Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kabupaten Gorontalo Masita Naue bersama KAUR TU Fauzan Tuli mengikuti kegiatan Sosialisasi dan Asistensi Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (LHKASN) tahap 2 via virtual, Selasa (13/10/2020). Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Gorontalo, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Gorontalo, Kasubbag Tata Usaha dan Kepala Madrasah Negeri jenjang MI, MTs dan MA.

Dikonfirmasi awak humas via whatsapp, Kepala Madrasah Masita Naue menerangkan bahwa kegiatan sosialisasi LHKASN itu mengacu pada surat Inspektorat Jendral Kementerian Agama RI nomor.1041/IJ/Set.IJ/PS.00.6/10/2020 dan surat edaran Menteri PAN-RB nomor 1 tahun 2015 tentang kewajiban penyampaian LHKASN di lingkungan instansi pemerintah.

Lebih lanjut Masita menambahkan, para peserta dalam kegiatan sosialisasi tersebut juga diberi pelatihan mengenai tata cara pengisian melalui aplikasi Sistem Informasi Pelaporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara (SIHARKA). Aplikasi tersebut merupakan sebuah sistem yang berguna untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki oleh setiap ASN.

"Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk memberantas tindak kejahatan korupsi bagi ASN adalah dengan mensosialisasikan LHKASN pada setiap lingkungan instansi. Karena laporan harta kekayaan merupakan bentuk transparansi yang harus dicerminkan oleh seorang aparatur negara," terang Masita.

"Pada sosialiasi tersebut, kami diberikan petunjuk tentang tata cara mengisi aplikasi SIHARKA dengan baik dan tepat. Hal ini diharapkan agar pimpinan instansi memahami cara melaporkan harta kekayaannya secara personal melalui aplikasi SIHARKA dengan mengisi data pada formulir LHKASN secara online," lanjut Masita.

Mengakhiri penyampaiannya, Masita berharap dengan adanya Laporan Harta Kekayaan Aparatur Sipil Negara kiranya dapat membangun integritas dan sikap transparansi dalam diri setiap ASN, dalam upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). (Fs-Wawa/raya/R@ja)