Hariyana: Kisi-Kisi Adalah Pedoman Untuk Membuat Soal PAS

... Suasana Kegiatan KKG Al-Qarimah MI Se-Kabupaten Boalemo yang diikuti oleh Kepala Madrasah beserta para Guru MIN 2 Boalemo

BOALEMO (kemenag.go.id) – Pelaksanaan Ujian Penilaian Akhir Sementer (PAS) Ganjil Tahun 2020/2021 semakin dekat. Berbagai upaya telah dipersiapkan sejak sedini mungkin oleh setiap madrasah maupun paru guru untuk menyiapkan pedoman kisi – kisi soal PAS Ganjil, termasuk Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Boalemo.

Oleh karena itu, Kepala MIN 2 Boalemo Hariyana Tahutu mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Al-Qarimah MI se-Kabupaten untuk menyusun dan mereview kisi – kisi soal yang diselenggarakan di MI Al-Khairaat Tabulo Kecamatan Mananggu, Rabu (25/11/20).

Hariyana Tahutu menuturkan bahwa ada beberapa hal penting yang perlu dilakukan oleh guru dalam melakukan penilaian yaitu menyusun perangkat tes yang standar. Perangkat yang dimaksud meliputi kisi-kisi soal, soal, kunci jawaban beserta rubrik penilaiannya.

“Kisi-kisi didefenisikan sebagai matriks informasi yang dapat dijadikan pedoman untuk menulis dan merakit soal menjadi tes. Tujuan penyusunannya adalah untuk menentukan ruang lingkup dan tekanan penilaian yang setepat-tepatnya, sehingga dapat menjadi petunjuk dalam menulis soal,” ujarnya.

“Jika semua soal yang dibuat oleh guru sesuai dengan kisi-kisi maka kualitas soal akan semakin baik. Untuk mewujudkan kondisi tersebut tentu tidak mudah, karena tuntutannya adalah guru harus mampu menyusun kisi-kisi dengan baik,” tambah Hariyana.

Ditempat yang sama, Hartati Asuna Guru kelas MIN 2 Boalemo yang mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa didalam merakit kisi-kisi soal PAS apapun bentuknya harus tulus dan ikhlas sehingga memperoleh hasil yang masksimal demi peserta didik kita sehingga dapat meraih hasil ujian yang memuaskan.

“Kisi-kisi soal yang akan disusun dan direview akan digunakan sebagai pedoman penyusunan soal ujian PAS. Olehnya itu, para Guru harus tetap focus dan teliti agar menghasilkan kisi-kisi soal yang bermutu,” tuturnyaa.

“Kisi-kisi soal juga akan membawa guru pada batas kemampuan apa soal dibuat. Dengan kisi-kisi yang terstandar, soal yang dibuat guru akan memiliki kualitas yang sama dimanapun soal tes dibuat,” pungkasnya. (Goes/lis/mar)