5 Peserta Didik MAN 1 Kabgor Ikut Simulasi UBKD

... Perwakilan peserta didik MAN 1 Kab. Gorontalo didampingi proktor saat mengikuti Simulasi Berskala Besar (SSB) Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD).

KABGOR (kemenag.go.id) – Bertempat di ruang laboratorium komputer, Selasa (24/11/2020) 5 peserta didik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mengikuti Simulasi Berskala Besar (SSB) Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) yang digelar secara serentak untuk seluruh perwakilan peserta didik jenjang SMA dan MA sederajat.

Simulasi UBKD itu dilaksanakan dalam rangka persiapan Assesmen Nasional (AN) yang mencakup Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survey Karakter (SK) dan Survei Lingkungan Belajar (SLB) pada tahun 2021 mendatang. Adapun peserta yang dilibatkan dalam UBKD berdasarkan hasil pendataan oleh proktor melalui laman http://ubk.kemdikbud.go.id/ubkd.  

Ditemui awak humas disela-sela kesibukannya menyiapkan perangkat simulasi, Proktor MAN 1 Kab. Gorontalo Agus Husain mengatakan, Ujian Berbasis Komputer Daring (UBKD) hanyalah perubahan nama dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Sebelumnya, nama dari ujian ini lebih familiar adalah UNBK, dan sekarang sudah diubah menjadi UBKD. UBKD sendiri dilaksanakan karena adanya penyebaran Covid-19 yang hampir satu tahun menyebar di seluruh dunia termasuk Indonesia,” ujar Agus.

Dalam pelaksanaannya, Agus mengungkapkan, persoalan fasilitas untuk MAN 1 Kab. Gorontalo tidak bermasalah, hanya saja pengetahuan dan kemampuan pada pengoperasian IT peserta didik belum merata. Sehingga melalui simulasi tersebut, kepada peserta didik disosialisasikan mengenai langkah dan tahapan yang akan dilalui dalam pelaksanaan UBKD.

“Terkait dengan fasilitas yang ada di MAN 1 Kab. Gorontalo, alhamdulillah kemampuan jaringan, perangkat komputer, dan server tidak bermasalah. Hanya saja kendala yang ditemukan pada aplikasinya adalah, sulitnya mengakses soal menuju halaman selanjutnya, seperti juga yang dialami oleh setiap madrasah. Ketika di klik untuk lanjut ke soal berikutnya secara otomatis akan keluar dari aplikasi/akun, belum lagi kemampuan peserta didik akan pengoperasian IT belumlah merata,” tambah Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, untuk meminimalisir persoalan tersebut, dirinya telah membuat laporan yang berisi tentang pelaksanaan UBKD dan kendalanya untuk mendapatkan tindak lanjut dari tim helpdesk Kabupaten dan Provinsi.

“Untuk kesuksesan UBKD diperlukan kerja sama yang baik dari seluruh civitas madrasah, terutama panitia AKM, proktor dan juga tim IT untuk penyediaan sarana prasarana yang memadai agar pada saat pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan baik. Untuk itulah saya telah membuat laporan atas hal-hal yang ditemui, agar bisa mendapatkan perhatian dari tim helpdesk kabupaten maupun provinsi,” pungkas Agus menutup penjelasannya. (Dwi-Vhany/raya/R@ja)