Evaluasi Profesionalisme Guru, Kepala MAN 1 Kabgor Laksanakan Supervisi Pembelajaran

... Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau saat melakukan supervisi pembelajaran kelas tatap muka.

KABGOR (kemenag.go.id) – Menjelang akhir semester ganjil, Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Rommy Bau lakukan supervisi proses pembelajaran kepada semua pendidik selama satu pekan, sejak tanggal 23 November s.d 27 November 2020, sesuai dengan jadwal belajar tatap muka yang sudah ditetapkan oleh tim kurikulum.

Pasca Supervisi, Selasa (24/11/2020) Kepala Madrasah Rommy Bau saat diwawancarai awak humas di ruang kerjanya menjelaskan, tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, supervisi yang dilakukannya itu adalah untuk memastikan kesiapan guru dalam menjalankan tugas pokoknya dengan dokumen pembelajaran yang lengkap, juga untuk mengetahui sejauh mana peningkatan guru dalam proses pembelajaran. Supervisi pembelajaran yang dilaksanakan itu pula merupakan follow up dari supervisi administrasi yang dilaksanakannya pada bulan Oktober kemarin.

“Sebagai kepala madrasah, memberikan bimbingan dan arahan kepada semua pendidik agar dapat menjalankan tugasnya dengan professional adalah merupakan bagian dari tugas pokok saya. Olehnya, pada supervisi kali ini, saya melakukan pemantauan terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pendidik didalam kelas,” jelas Rommy.

“Evaluasi proses pembelajaran berfungsi untuk menentukan kualitas pembelajaran secara keseluruhan, meliputi tahap perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, salah seorang pendidik mata pelajaran Bahasa Inggris Sumarni Dengo saat ditemui tim humas di ruang dewan guru menyampaikan, dirinya sangat menyambut baik atas pelaksanaan supervisi tersebut. Menurutnya dengan adanya supervisi, dapat menjadi bahan evaluasi untuk menambah pengetahuan bagi diri sendiri dalam meningkatkan professionalismenya.

“Dengan adanya supervisi ini, kita dapat mengukur dan mengevaluasi kemampuan mengajar, sehingga kita dapat mengetahui kekurangan yang dimiliki untuk diperbaiki kedepannya. Semakin sering dipantau/supervisi, maka profesionalisme seorang pendidik juga akan terus meningkat,” tutur Sumarni. (Yuli-Vhany/raya/R@ja)