Usai Laksanakan PPL di MAN 1 Kabgor, Mahasiswa IAIN Diserahkan Kembali

... Kepala MAN 1 Kabgor saat menerima cendramata dari Kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo yang diserahkan langsung Dosen Pembimbing PPL 2.

KABGOR (kemenag.go.id) – Pasca 2 (dua) bulan lamanya menimba ilmu dan pengalaman kerja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor), Rabu (25/11/2020) Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo resmi diserahkan kembali oleh Kepala Madrasah Rommy Bau kepada Dosen Pembimbing Abdurrahman Mala dalam acara perpisahan yang berlangsung di aula madrasah.

Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau pada sambutannya, ucapkan terima kasih dan apresiasi yang tak terhingga kepada Institus Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang telah mempercayakan MAN 1 Kabupaten Gorontalo sebagai salah satu tempat pelaksanaan PPL 2.

“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih telah memilih madrasah ini menjadi salah satu lokasi studi bagi mahasiswa. Untuk itu pula kami sudah berupaya memberikan pelayanan terbaik dan pembimbingan yang maksimal kepada mereka. Dari hasil ujian praktik kemarin, juga secara umum sudah menunjukkan kemajuan, baik dari kemampuan mengelola kelas, tutur bahasa, dan perangkat pembelajaran administrasi lainnya. Itu tandanya bahwa mahasiswa ini berhasil menerapkan teori-teori dalam aplikasi kerja yang nyata,” ucap Rommy.

“Kesan baik dari pengalaman yang mereka peroleh selama 2 bulan mengikuti praktik di MAN 1 Kab. Gorontalo, kami harapkan bisa menjadi bekal penting bagi para mahasiswa ini, untuk mempersiapkan diri menjadi calon pendidik handal yang nantinya mampu melahirkan generasi-generasi cerdas di masa yang akan datang,” tambahnya.

Tidak lupa pula dalam kesempatan itu, Rommy mengucapkan permohonan maaf kepada mahasiswa PPL 2, apabila selama pembimbingan baik dari wakil kurikulum, guru pamong, atau bahkan aturan-aturan yang diberikan kepala madrasah yang mungkin terlalu berat mereka jalankan. Menurutnya, semua itu bukan bermaksud memberatkan mahasiswa, namun merupakan bagian dari proses pendidikan dan gambaran, agar nantinya mahasiswa lebih siap dan professional ketika mengemban tugas sesuai dengan profesi masing-masing.

Menutup penyampaiannya, Rommy Bau pun berharap, kiranya kerjasama perguruan tinggi dengan madrasah tetap terus terjalin dengan tujuan bersama yakni menciptakan calon pendidik untuk Indonesia Maju.

Acara perpisahan dan penyerahan mahasiswa PPL 2 itupun diakhiri dengan penyerahan cenderamata dari kampus IAIN Sultan Amai Gorontalo kepada MAN 1 Kab. Gorontalo dan foto bersama. (Vhany/raya/R@ja)