Workshop KTI, Rommy: Tak Hanya Knowledge, Skill Menulis Ilmiah Mereka Juga Diasah

... Peserta Workshop KTI MAN 1 Kab. Gorontalo sementara mendengarkan penjelasan materi dari Narasumber LIPI via Zoom meeting.

KABGOR (kemenag.go.id) – Untuk mengoptimalisasi kemampuan pendidik dan peserta didik dalam karya tulis ilmiah, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mengutus 5 orang pendidik dan 4 peserta didiknya mengikuti Workshop Penulisan Karya Ilmiah yang digelar MAN Insan Cendekia Gorontalo bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) secara online via zoom meeting, Selasa (20/4/2021).

Kegiatan yang bertema ‘Menghidupkan Tradisi Berfikir Ilmiah dan Berinovasi Menuju Kehidupan Baru yang Lebih Baik’ dan dilaksanakan selama 3 hari itu, juga diikuti oleh peserta didik dan pendidik dari MTs/SMP, SMA/MA yang tergabung dalam Komunitas Madrasah Riset di Wilayah Provinsi Gorontalo.

Pada pelaksanaannya, peserta dibagi dalam 3 (tiga) bidang setiap room zoom yakni bidang Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi (IPATek), Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK), dan room khusus pendidik. Sedangkan agenda kegiatan peserta antara lain pemaparan materi dari narasumber LIPI tentang Pengantar penulisan KTI, Pengenalan struktur dan teknik penulisan proposal, praktik membuat proposal kegiatan, teknik penulisan laporan dan teknik presentasi, serta evaluasi dan rekomendasi proposal penelitian.

Tentunya sebagai madrasah yang telah mengantongi SK Madrasah Riset dari Dirjen Pendidikan Islam, menurut Kepala MAN 1 Kab. Gorontalo Rommy Bau, kesempatan itu sangat berharga untuk diikuti, sekaligus pula bermanfaat besar untuk penelitan sederhana bagi peserta didik maupun pendidik.

“Workshop bukan hanya memberikan knowledge atau pengetahuan, akan tetapi melalui workshop ini pula peserta akan dibekali dengan skill dalam menyusun karya ilmiah, sekaligus meningkatkan peran pendidik dalam membimbing dan menstimulasi kemampuan berpikir peserta didik terhadap fenomena atau masalah yang ada disekitar. Sehingga hal ini puka bisa memberikan solusi ilmiah dengan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Rommy.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan output berupa proposal penelitian untuk dikembangkan selanjutnya pada persiapan menghadapi ajang kompetisi Karya Tulis Ilmiah kedepan,” tandasnya. (**/raya/R@ja)