Rapat Akhir Pembahasan SBSN, Kepala Kantor Kemenag Boalemo Minta Konsultan Proaktif

...

BOALEMO (kemenag.go.id) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boalemo H. Sabara K. Ngou meminta konsultan perencana pembangunan tiga gedung yang dibiayai melalui skema SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) di lingkungan Kemenag Boalemo terus proaktif selama pembangunan hingga gedung tersebut selesai dikerjakan.

Hal ini disampaikan Sabara saat mengikuti Rapat Akhir Penyedia Jasa Konsultan Perencaan Pembangunan Gedung Workshop Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Boalemo, serta masing-masing Gedung Asrama Terpadu di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 dan MTsN 2 Boalemo, (3/5/21) bertempat di Aula Muzdalifah Asrama haji Gorontalo.

“Tentu saya berharap kepada para konsultan perencana agar selalu proaktif berkonsultasi dengan pihak terkait jika dalam perjalannya mengalami kendala maupun perubahan,” tuturnya.

Dalam sebuah projek kata Sabara, biasanya ditengah perjalanan pasti ada saja kendala teknis yang terjadi, hal inilah yang harus terus dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait baik itu kepada KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) maupun pengawas. Sebab pada konsultan perencana inilah yang menentukan hasil akhir bagus atau tidak. Kalau salah merencanakan tentu efeknya sangat besar.

“Oleh karena itu kita berharap bahwa hari ini adalah final desain gedung SBSN madrasah di kabupaten boalemo, karena kalau kita menghitung bulan, ini kita sudah di bulan ke empat berarti kurang lebih waktu yang tersisa ini delapan bulan. Apalagi masih ada nanti proses lelangnya, mudah-mudahan ini bisa lancar,” harapnya.

“Penguatan saya kepada teman-teman konsultan perencana sebagai mitra atau rekanan yang telah ditunjuk nanti jika terjadi perubahan segera dikomunikasikan, seperti misalnya yang terjadi di MTsN 2 Boalemo. Disana terjadi perubahan tipe bangunan yang tadinya tiga lantai berubah menjadi dua lantai karena pengaruh struktur tanahnya,” tambah Sabara menjelaskan. 

Hal senada juga disampaikan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo H. Mahmud Bobihu. Mahmud menegaskan pengerjaan SBSN ini harus dicermati secara baik agar penyelesaiannya tepat waktu. 

“Proses lelang ini tinggal sedikit, tinggal berapa bulan. Proses lelang ini pasti memakan waktu yang Panjang, sekitar satu atau dua bulan. Jadi tolong ini bagi kepala madrasah dan pengawasan maupun konsultan perencana ini harus kita cermati bersama agar proyek ini berjalan dengan baik,” tandasnya. (lis/mar)