Guru MA Nurul Bahri Ajak Siswa Belajar Sambil Berwisata

... Suasana pembelajaran menggunakan metode karyawisata yang dilakukan oleh siswa MA Nurul Bahri

 

BONEBOL (kemenag.go.id) – Untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, setiap guru dituntut untuk menerapkan berbagai strategi dan metode. 

Hal inilah yang coba dilakukan Noldi, guru bidang studi sejarah kebudayaan Islam (SKI) di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Bahri Kabila Bone, dengan mengajak para siswanya belajar di salah satu tempat wisata yaitu Puncak Botubarani, Jumat (05/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Noldi menjelaskan kepada para siswa tentang rekontruksi peristiwa uhud. Dimana dalam materi dijelaskan mengenai perang yang terjadi antara Nabi Muhammad Saw melawan tentara Quraisy di sebuah bukit bernama uhud. Puncak Botubarani yang berada di ketinggian, membuat siswa semakin mudah memahami gambaran dari peristiwa tersebut. 

“Dikisahkan, pasukan muslim yang sudah menang, berbalik menjadi kalah karena para pemanah yang Nabi tugaskan di atas bukit uhud, turun untuk mengumpulkan rampasan perang. Hal ini kemudian dilihat oleh pasukan quraisy yang kemudian mengambil jalan memutar lalu balik menduduki bukit uhud. Sehingga para pemanah mereka berhasil membuat pasukan muslim menjadi kacau balau,” terang Noldi.

Lebih lanjut Noldi menjelaskan, penggunaan metode karyawisata memang tidak bisa dilakukan untuk setiap pokok pembahasan pada sebuah bidang studi. Jadi guru harus pandai memilah, mana materi yang harus diajarkan di kelas, dan mana materi yang bisa diperdalam melalui kunjungan ke tempat-tempat tertentu.

“Metode ini fungsinya untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam pembelajaran. Diharapkan dengan bimbingan kita, siswa akan mendapat kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan. Kemudian dengan berhadapan langsung dengan objek atau peristiwa secara langsung, maka rasa keingintahuan mereka bisa lebih terpenuhi,” ungkapnya.

Penggunaan metode karyawisata dalam pembelajaran SKI ini mendapat tanggapan positif dari para siswa. Jihan Malaka siswi kelas X menjelaskan, biasanya SKI merupakan pelajaran yang dianggap membosankan karena selalu menceritakan tentang sejarah. Namun dengan belajar di luar kelas, rasa bosan itu berganti dengan perasaan semangat untuk belajar.

“Saya dan teman-teman memang ingin sesekali belajar di luar kelas seperti ini. Jadi seperti ada suasana baru yang menyenangkan untuk kami. Pak Noldi juga berjanji sepanjang materi pembelajaran mendukung, maka kami akan diajak untuk ke tempat-tempat lain lagi,” tutupnya.

Penulis : Ody
Editor : b@Im
Sumber : Kontributor MA Nurul Bahri Bone Bolango