MAN 1 Kabgor Gelar Tes CBT dan Wawancara Calon PDB 2022

... Calon Peserta Didik Baru MAN 1 Kabgor saat mengikuti pembukaaan Tes CBT dan Wawancara di Halaman Workshop Keterampilan dan Pembelajaran.

KABGOR (kemenag.go.id) – Calon Peserta Didik Baru (PDB) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) yang sebelumnya telah dinyatakan lolos verifikasi berkas beberaoa waktu lalu, kini mengikuti rangkaian tes lanjutan dan wawancara, Rabu (11/5/2022). 

Kegiatan yang turut dipantau Subbkoordinator Seksi Kurikulum Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo Masjrul Janto Usman bersama tim itu, dilaksanakan dengan memanfaatkan sejumlah ruang kelas untuk tes wawancara dan 2 ruang aula untuk Tes Potensi Akademik dan Tes Potensi Belajar yang menggunakan sistem Computer Basic Test (CBT). 

Terkait tes lanjutan dan wawancara tersebut, Kepala madrasah Rommy Bau saat dikonfirmasi awak humas menyampaikan, total jumlah peserta didik yang bakal diterima sebanyak 216 orang dari total 235 peserta yang ikut jalur Prestasi dan Tes. Sehingga ada beberapa peserta yang harus digugurkan sesuai hasil testnya.

Mengenai teknis pelaksanaan, dijelaskan Rommy bahwa tes dikerjakan para peserta rata-rata keseluruhan menggunakan android pribadi dengan cara mengakses soalnya melalui e-learning madrasah, terdiri atas Tes Potensi Akademik dan Tes Potensi Belajar, setelah itu langsung dilanjutkan dengan wawancara. 

"Untuk tahun ini akan ada peserta yang tidak diloloskan, karena jumlah total dibatasi 216 peserta didik saja. Jadi, dapat dikatakan dari sekian banyak peserta Tes CBT dan Wawancara, akan ada yang tereliminasi. Hasil test CBT pun langsung dapat dilihat setelah peserta mengakhiri sesi ujian. Lain halnya dengan wawancara, karena tujuan utamanya adalah menggali informasi, potensi peserta didik serta melihat sejauh mana pemahaman mereka tentang MAN 1 Kab. Gorontalo dan memperkenalkan beberapa program unggulan madrasah," jelas Rommy.

"Termasuk pandangan umum yang berhubungan dengan moderasi beragama/keberagaman di Indonesia. Di sini kemampuan komunikasi bisa jadi salah satu pertimbangan bagi kita juga. Selain itu, hasil wawancara memudahkan dalam melakukan pemetaan kemampuan peserta dalam memilih jurusan berdasarkan standar yang ditetapkan madrasah. Semoga mereka yang terjaring mampu membawa masa depan madrasah yang lebih baik, unggul dan berdaya saing," harapnya. (Vhany/Raya/R@ja)