Subbag Ortala dan KUB Selenggarakan Penguatan FKU Buddha

... Suasana saat Kakanwil Kemenag Gorontalo, Dr. H. SYafrudin baderung, M.Pd didampingi Kasubbag Ortala dan KUB, Dr. Hj. Wiwiek Mayang dan penanggung jawab agama Buddha, Mudiyatno membuka Rakor Penguatan Forum Kerukunan Umat Buddha, Kamis (23/06/2022) di C

Gorontalo, (kemenag.go.id) – Kamis, (23/06/2022), Sub Bagian Ortala dan KUB Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, menyelenggarakan Penguatan Forum Kerukunan Umat Buddha.

Penguatan Kerukunan bagi umat Buddha yang berlangsung di Century Beach Kota ini dihadiri oleh Kepala kantor Wilayah Kemenag Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Ortala dan KUB, Wiwiek Widyawaty Mayang dan penanggung jawab agama Buddha, Mudiyatno beserta para staf Subbag Ortala dan KUB lainnya, diikuti 23 orang peserta yang terdiri dari, Vihara Buddha Dharma sebanyak 16 orang dan Vihara Klenteng Tulus Harapan Kita, 7 orang.

Pada kesempatan itu Kasubbag Ortala dan KUB, Wiwiek Mayang dalam laporanya menyampaikan, kegiatan ini di buat Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara,(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4255), Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang Kementerian Agama (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1668) serta Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2019  tentang Organisasi dan Tata Kerja  Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia  Tahun 2019 Nomor 1117). 

"Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni, Pertama, membentuk Forum Kerukunan Umat Buddha di Provinsi seluruh Indonesia, Kedua, menemukan solusi atas permasalahan yang terjadi dan Ketiga, membangun Kerukunan dan Kebersamaan Umat Buddha,” ujarnya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung mengatakan, pemuda harus menjadi orang yang terbaik, harus memupuk semangat yang pantang menyerah. Semangat-semangat ini jika dipupuk terus menerus maka akan memiliki wawasan yang luas, memiliki pandangan yang cukup bagus.

Ada dalam teori Fisika, yang disebut teori Entropi. Teori ini menjelaskan tentang bagaimana sesuatu yang sudah bercerai-berai di satukan kembali. Berbagai ilmu, berbagai permasalahan, berbagai konsep dan berbagai hipotesa yang datang dalam hidup ini harus dijadikan sesuatu yang baku dan itu menjadi sumber pengetahuan. Nah, inilah yang dibutuhkan dalam membangun kerukunan.

“Kadangkala kita melihat sesuatu itu yang berbeda tetaplah berbeda dan tidak boleh disamakan dan inilah yang membuat kita terjebak dalam hal-hal yang kecil tetapi tidak berguna bagi kita. Jadi saat masih pemuda seperti inilah membangun pola pikir kita. Jangan hanya menjadi pola pikir seorang yang introvert yang merupakan seseorang yang memiliki jenis kepribadian introversion. Orang seperti ini biasanya dikenal sebagai seseorang yang lebih fokus pada pikiran, perasaan, serta suasana hati dalam dirinya. Ketimbang fokus dengan hal di luar dirinya,” kata Kakanwil.

“Jadi cintailah negara ini, cintailah daerah ini, cintailah suku, ras, budaya, agama dan tradisi dan marilah bersama-sama menjaga kerukunan antar umat beragama. ingat bahwa, FKUB merupakan wadah pemersatu seluruh penganut agama, baik itu Agama Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha maupun Konghucu,’’ Jelasnya lagi. (Ayiz/hms)