MENERUSKAN PERJUANGAN PAHLAWAN DI ERA MILENIAL

...

Oleh : Karjianto, S.Pd.I., M.Pd

(Penulis adalah Kepala MTsN 1 Kota Gorontalo dan saat ini mengemban amanah sebagai ketua Cabang Pergunu Gorontalo Utara)

“Saya optimis akan lahir Generasi muda yang berilmu, dan bertaqwa ”

Saat ini wajah indonesia sedang diuji dengan berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, Hoax, hingga krisis keteladanan dan sejumlah problem bangsa lainnya. Tetapi semua itu bukan menjadi alasan bagi generasi muda untuk berhenti dan pesimis menatap masa depan Indonesia. Sampai saat ini saya optimis bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan (syubbanul yaum rijalul ghod).

Keyakinan saya akan semangat juang pemuda saat ini, akan lahir kembali generasi muda yang cerdas, berprestasi, unggul, memiliki kualitas ilmu, beriman dan bertaqwa. Hal ini sejalan dengan apa yang diutarakan oleh Imam Syafii Rahimullah bahwa “sungguh pemuda itu distandarisasi dari kualitas ilmu dan ketakwaannya. Jika keduanya tidak melekat pada struktur kepribadiannya. Ia tidak layak disebut pemuda. Olehnya dua standarisasi ini, harus benar-benar  dimiliki oleh pemuda milenial. 

Pertama; Ilmu. Dalam Islam ilmu menempati kedudukan yang sangat penting, hal ini terlihat dari banyaknya ayat al-Qur’an yang memandang orang berilmu memiliki posisi, tempat yang mulia dan tinggi. Bahkan banyak juga terdapat dalam hadis Nabi Muhammad Saw., yang telah memberikan motivasi dan dorongan bagi umatnya untuk terus menimba ilmu. Generasi saat ini merupakan generasi milenial. Generasi milenial adalah sebuah generasi yang lahir pada tahun 1980-an ke atas, para milenial ini haus dan gila belajar, punya daya tangkap dan serap yang lebih tajam dari pada yang diperkirakan. Selain itu mereke juga punya daya orientasi yang lebih kuat, dan dapat bekerjasama secara tim. ( R. Masri Sareb Putra, 2007:63). 

Generasi saat ini diharapkan dapat memiliki ilmu, gagasan yang cemerlang, mampu melakukan inovasi dan bertaqwa. Generasi inilah akan memperoleh kebahagian baik di dunia maupun akhirat. Sebagaimana perkataan Imam As-syafi’i rahimahullah. “Barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di dunia maka dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan kebahagian di akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.” (Imam an-Nawawi, Juz I:20). Olehnya saat ini kita tidak lagi memikul senjata untuk berperang melawan penjajah. Namun perjuangan nyata saat ini adalah bagaimana kita dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan terdahulu dan mengisi kemerdekaan ini.

Kedua. Taqwa. Menurut bahasa takwa berasal dari kata waqa, yaqi, wiqayah yang berarti menjaga. Sedangkan para ulama memiliki beragam ungkapan di dalam mendefinisikanya. Meskipun beragam semua definisi itu mengarah pada satu pengertian, yakni; Menjaga diri terhadap kemurkaan Allah SWT dan siksaNya dengan melaksanakan semua yang diperintahkanNya dan  meninggalkan segala laranganNya. (Ahmad Farid, 2008:17). Pemuda yang taat beribadah kepada Allah SWT (syaabun nasya-afi ‘ibadatillah) akan terus melakukan kebaikan-kebaikan dengan akhlak mulia kepada siapapun termasuk terhadap dirinya dan orang lain. Pemuda itu akan termotivasi untuk melakukan kebaikan dan dapat bermanfaat untuk orang lain.

Dari kedua kata di atas, ilmu dan taqwa harus memiliki korelasi yang padu dalam konteks generasi muda saat ini, sehingga proses pembentukan karakter para pemuda dapat menuju akhlak mulia. Banyak para ilmuwan yang telah sukses pada zaman dahulu, seperti ; Ibnu Batutah Penjelajah, Pelaut. Ibnu Khaldun, ahli sejarah. Ibnu Sina, ahli anatomi dan kedokteran. Al-Khazini, Pencetus Teori Gravitasi. Abu Khair, Ahli Tumbuhan. Ibn Baitsar, ahli kimia dan obat-obatan dan masih banyak para ilmuwan lainnya yang dapat dikuti jejaknya dan semangatnya oleh generasi saat ini. 

Selain para Ilmuwan di atas, kita juga mengenal para tokoh Pahlawan yang memiliki ilmu dan semangat juang untuk negeri kita tercinta Indonesia. Seperti, Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Abdul Malik Karim Abdullah (Buya Hamka), H. Agus Salim, Ir. Sukarno, Mohammad Hatta dan pahlawan lainnya. Olehnya semangat para pahlawan harus ada di dalam dada generasi muda saat ini. Sehingga akan muncul Generasi muda yang memiliki semangat juang, pantang menyerah untuk meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.  

Dengan demikian ilmu dan ketaqwaan harus dimiliki oleh generasi saat ini. Generasi muda yang diharapkan menjadi ilmuwan hebat, bertaqwa, memiliki akhlak mulia, dan bermanfaat untuk masyarakat bangsa dan Negara kesatuan republik Indonesia tercinta. Bangunlah wahai generasi muda Indonesia, mari kita bersatu, berjuang dan bercita-cita untuk masa depan Indonesia yang lebih baik lagi. Semoga bermanfaat. 

Referensi
A.M Munawwir. 1997. Kamus Al-Munawir Indonesia dan Arab, Surabaya, Pustaka Progesif 
Departemen Pendidikan Indonesia, 2008. Kamus Besar Bahasa Indensia. Jakarta; Balai Pustaka 
Farid, Ahmad. 2008. Quantum Takwa, Hakekat Keutamaan dan Karakter Orang-orang Bertakwa. Arafah.  Solo.
Mujib, M. Abdul, 2009, Enslikopedia Tasawuf Imam Ghazali mudah memahami menjalankan kehidupan spiritual, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Shihab, Quraish. 2000. Tafsir Al-Mishbah Volume 2. Lentera hati.Jakarta. hal.305 an-Nawawi dalam al-Majmu syarh al-Muhadzab juz 1 hal 20.