FIQIH GURU/PESERTA DIDIK

...

5 Tipe Guru / Peserta Didik di Sekolah

Sutarjo  Paputungan, M.Pd.I
(Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 2 Gorontalo)

 

Pengklasifikasian Guru/Pendidik dan Peserta Didik di sekolah ini didekati dengan istilah hukum Fiqih yang digunakan dalam agama Islam. Pendekatan ini sama sekali bukan untuk mencampuradukkan atau merendahkan nilai istilah hukum tersebut, melainkan hanya sekedar guna mempermudah pemahaman kita karena makna istilah hukum tersebut sangat sederhana dan akrab bagi kita. Mudah-mudahan bisa jadi cara yang praktis untuk mengukur dan menilai diri sendiri. (ide dasar ini diambil dari pendapat  Emha Ainun Nadjib)


1.    Guru / Peserta Didik “Wajib”
Tipe Guru / Peserta Didik wajib ini memiliki ciri : keberadaannya sangat disukai, dibutuhkan, harus ada sehingga ketiadaannya sangat dirasakan kehilangan.

  • Dia sangat disukai karena pribadinya sangat mengesankan, wajahnya yang selalu bersih, cerah dengan senyum tulus yang dapat membahagiakan siapapun yang berjumpa dengannya.
  • Tutur katanya yang sopan tak pernah melukai siapapun yang mendengarnya, bahkan pembicaraannya sangat bijak, menjadi penyejuk hati bagi yang gersang, penuntun bagi yang tersesat, perintahnya tidak pernah dirasakan suruhan, orang merasa terhormat dan bahagia untuk memenuhi harapannya tanpa merasa tertekan.
  • Akhlaknya sangat mulia, membuat setiap orang merasakan bahagia dan senang dengan kehadirannya, dia menghargai hak-hak dan pendapat orang lain, setiap orang akan merasa aman dan nyaman serta mendapat merupakan manfaat dengan keberadaannya.

2.    Guru / Peserta Didik “Sunnah”
Ciri dari Guru / Peserta Didik tipe ini adalah : kehadiran dan keberadaannya memang menyenangkan, tapi ketiadaannya tidak terasa kehilangan. Kelompok ini mirip dengan sebagian yang diuraikan, berprestasi, etos kerjanya baik, pribadinya menyenangkan hanya saja ketika tiada, lingkungannya tidak merasa kehilangan, kenangannya tidak begitu mendalam. Andai saja kelompok kedua ini lebih berilmu dan bertekad mempersembahkan yang terbaik dari kehidupannya dengan tulus dan sungguh-sungguh, niscaya dia akan naik peringkatnya ke golongan  yang lebih atas, yang lebih utama.

3.    Guru / Peserta Didik “Mubah”
Ciri khas Guru / Peserta Didik tipe ini adalah : ada dan tiadanya sama saja. Sungguh menyedihkan memang menjadi manusia mubadzir seperti ini, kehadirannya tidak membawa arti apapun baik manfaat maupun mudharat, dan kepergiannya pun tak merasa kehilangan. Guru dan Peserta Didik tipe ini adalah orang yang tidak mempunyai motivasi, asal-asalan saja, asal kerja, asal ada, tidak memikirkan kualitas, prestasi sehingga kehidupannya pun tidak menarik, datar-datar saja. Sungguh menyedihkan jadi orang mubadzir seperti ini.

4.    Guru / Peserta Didik “Makruh”
Ciri Guru / Peserta Didik ini adalah : adanya menimbulkan masalah tiadanya tidak menjadi masalah. Bila ada di Sekolah akan mengganggu kinerja dan suasana walaupun tidak sampai menimbulkan kerugian besar, setidaknya membuat suasana tidak nyaman dan kenyamanan kerja serta kinerja yang baik dapat terwujud bila ia tidak ada. Kalau bicara banyak kesia-siaan, dan mengganggu kinerja Guru/Peserta Didik lainnya.

5.    Guru / Peserta Didik “Haram”
Ciri khas kelompok ini adalah : kehadirannya sangat merugikan dan ketiadaannya sangat diharapkan karena menguntungkan . orang tipe ini adalah manusia termalang terhina karena sangat dirindukan “ketiadannya”. tentu saja semua ini adalah karena buah perilakunya sendiri, tiada perbuatan yang tidak kembali kepada dirinya sendiri. Pendek kata dia adalah “trouble maker”.

Silahkan anda renungkan, kita termasuk kategori mana…..?
Semoga ini semua menjadi bahan renungan agar hidup yang hanya sekali ini bisa merobah diri dan mempersembahkan yang terbaik dan yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat nanti. Jadilah manusia yang “wajib ada”. Semoga……

Dikutip dari Aa Gym File