LITERASI DIGITAL, PERLUKAH DI MADRASAH ?

...

Oleh: Ismanto Didipu, S.Pd.

Guru pada MTs Al Khairaat Kwandang dan Anggota Persatuan Penulis Muda dan Pemula Indonesia (PPMPI)

Di masa pandemi yang sekarang ini, hampir semua ruang gerak kita dibatasi. Saya sendiri sangat merasakan pembatasan sosial tersebut, dari mengurangi aktifitas di luar rumah, bekerja dari rumah (Work From Home), belajar di rumah (Learn at Home), hingga beribadah di rumah. Semua itu dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dan mengikuti himbauan pemerintah serta fatwa indah MUI guna memutus rantai penyebaran Virus Corona. Namun, semangat belajar seharusnya tidak pudar dari dalam diri kita meski dalam keadaan sulit seperti ini. Segala keterbatasan yang kita hadapi, bukanlah alasan untuk tidak berktifitas. Sebagai seorang guru, kita tetap harus mendidik, membimbing peserta didik dari rumah masing-masing dengan memanfaatkan teknologi informasi. 

Madrasah adalah salah satu lembaga pendidikan yang terdampak. Untuk itu memerlukan media pembelajaran yang bisa meneruskan proses belajar mengajar jarak jauh. Salah satu teknologi yang saat ini dianggap membantu proses pembelaaran online di rumah adalah penggunaan Literasi Digital. Teknologi online ini merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern saat ini. Literasi Digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya. Persoalan membaca dan menulis bukanlah perkara baru dalam dunia pendidikan. Beberapa pendapat para ahli membuktikan bahwa pendidikan baca tulis sangat diperlukan untuk membuka wawasan dan daya imajinasi masyarakat, lebih khusus pada generasi muda.

Dalam dunia pendidikan, kemampuan membaca dan menulis adalah salah satu indikator paling penting untuk bisa menempuh jenjang pendidikan RA, MTs, MA, bahkan Perguruan Tinggi. Kemampuan membaca dan menulis bisa di lakukan dengan pembiasaan berliterasi yang di programkan di masing-masing Madrasah. Madrasah Hebat dan Bermartabat, hendaklah bukan hanya sebuah slogan semata, tapi memerlukan personil yang hebat dan berkualitas di dalamnya. Seorang yang mempunyai hobi membaca, bisa dipastikan keinginannya dalam menulis pun tidak diragukan. Begitu pula sebaliknya, jika seorang yang malas membaca, bisa dipastikan keinginan dan kemampuannya dalam menulis akan sangat di ragukan. Karena kualitas dalam menulis ditentukan dari luasnya wawasan dalam membaca banyak literatur. Membaca seharusnya menjadi kebiasaan baik yang harus di mulai sejak seseorang memiliki keinginan belajar diusia dini.

Literasi Digital

Menurut Paul Gilster dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy (1997), literasi digital diartikan sebagai kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses dari piranti Komputer. Dalam mendukung gerakan gemar membaca, dunia pendidikan sudah banyak menyediakan wadah untuk membangkitkan minat baca pada anak. Salah satu karya yang menjadi solusi tepat untuk mengurangi angka malas membaca adalah hadirnya Pendidikan.id, pengembang aplikasi pendidikan yang mendukung gerakan literasi melalui teknologi digital. Pendidikan.id mengelola materi pelajaran dalam buku menjadi sebuah aplikasi yang dapat diakses gratis melalui perangkat digital seperti Smartphone, tablet dan laptop.

Komik Edukasi

Saat ini pendidikan.id sudah memiliki 10 devisi yang masing-masing memiliki produk pendidikan yang berbeda. Salah satunya yaitu komik literasi, devisi yang menyediakan komik pendidikan versi digital yang menarik dan mudah dipahami. Selain itu, komik literasi merupakan suatu metode pembelajaran terbaru untuk meningkatkan minat baca anak yang dikemas secara praktis dan tidak membosankan. Seperti yang dilakukan di Jawa Timur, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah Jawa Timur bekerja sama dengan pendidikan.id, menerbitkan buku-buku digital sejarah yang dikemas menarik dalam bentuk komik. Tiap komik mengangkat kisah satu persatu pahlawan Indonesia. Ceritanya dibuat lebih menarik dengan bahasa yang ringan, namun tetapi tidak mengubah alur cerita serta segala aspek informasi didalamnya. Perpaduan ini membuat komik digital sejarah yang diterbitkan oleh MGMP Sejarah Jawa Timur dan Pendidikan.id, cocok dibaca anak segala usia mulai dari SD hingga SMA. Tidak terlalu berat bagi anak SD dan tidak terlalu membosankan bagi anak usia SMA.

Salah satu judul komik yang telah diterbitkan berjudul “Pejuang Emansipasi Perempuan” (kisah RA. Kartini). Pembuatan komik ini melibatkan guru-guru sejarah ahli untuk menjadi editor, sehingga kredibilitas komik tetap terjamin meski sudah dimodifikasi, disingkat atau di ilustrasikan dengan gambar. Setelah membaca dan mengenal sejarah perjuangan pahlawan bangsa, anak-anak diharapkan dapat semakin memiliki karakter diri yang sesuai dengan karakter bangsanya.

Penerbitan Buletin Madrasah

Untuk melatih kemampuan menulis, perlu ada gerakan dan wadah untuk menampung karya tulis guru dan siswa. Sebagai stimulus untuk merangsang dan mengapresiasi tulisan mereka, wadah itu bisa berupa buletin Madrasah. Buletin adalah Publikasi (oleh organisasi) yang mengangkat perkembangan suatu topik atau aspek tertentu yang diterbitkan/dipublikasikan secara teratur (berkala) dalam waktu yang relatif singkat (harian hingga bulanan). Karena perkembangan teknologi, buletin yang tadinya hanya berbentuk cetak, kini tersedia versi digital atau elektronik dari versi cetak tersebut. Buletin Madrasah maksudnya, buletin yang diterbitkan oleh Madrasah. Didalamnya memuat berbagai informasi berupa kegiatan-kegiatan yang terjadi di Madrasah (kegiatan kedinasan, kegiatan belajar mengajar, lomba dan lain-lain). Semua informasi itu dikemas dalam bentuk laporan jurnalistik yang ditulis oleh para penulis yang notabene guru dan siswa. Selain itu, buletin sekolah juga memuat berbagai tulisan karya guru dan siswa berupa artikel, cerpen, puisi dll. Untuk membuat buletin, kini banyak software yang tersedia.

Memang untuk memulai adalah perkara yang tidak mudah, dibutuhkan peranan para guru yang benar-benar memahami teknologi informasi dan punya kemampuan berliterasi yang baik. Terlebih di tengah pandemic saat ini, dibutuhkan inovasi fasilitas online yang dapat menyambung proses belajar dan pembelajaran bagi guru dan anak didik. Dengan semangat yang kuat dan perjuangan tanpa henti serta dukungan dari pihak Madrasah, saya yakin seluruh anak didik Madrasah bisa memanfaatkan program pembelajaran digital dengan baik, nyaman dan menyenangkan. Dengan hadirnya beberapa inovasi pembelajaran yang tidak membosankan tersebut, saya optimis bahwa Madrasah akan mampu menghasilkan guru dan anak didik yang gemar membaca dan menulis.Terima Kasih, Selamat Membaca, Salam Literasi Digital.

Daftar Sumber

Bawden, D. 2001. Information and Digital Literacies: a review of concepts. Journal of Documentation, 57(2), 218-259.

Dyna Herlina, S. 2019. Membangun Karakter Bangsa Melalui Literasi Digital.

Diakses pada tanggal 30 Juni 2019