Tantangan Guru, Menyambut Bonus Demografi 2030

...

Penulis : Nur Annas Hidayatullah Laane, S.Pd

Guru di MTs Negeri 1 Gorontalo Utara

Saat ini, para guru sedang dihadapkan pada perubahan kurikulum terbaru yang disebut kurikulum prototipe yang merupakan kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Dengan adanya perubahan kurikulum yang menerapkan pembelajaran berbasis proyek ini, diharapkan para guru bisa lebih fokus dalam meningkatkan skill peserta didik, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri ketika menghadapi bonus demografi, yang diperkirakan akan dirasakan oleh Indonesia pada tahun 2030 nanti.

Istilah bonus demografi diperkenalkan oleh ahli ekonomi Harvard, yaitu David Bloom dan David Canning, yang mana bonus demografi adalah pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh perubahan struktur populasi suatu negara, karena adanya peningkatan populasi pekerja produktif sehingga meningkatkan pendapat per kapita. Hal ini biasanya terjadi akibat menurunnya tingkat kesuburan dan kematian di suatu negara. Bappenas, dalam situs resminya mengeluarkan siaran pers pada tahun 2017 yang menyatakan bahwa Indonesia akan mengalami periode bonus demografi pada tahun 2030-2040.

Dalam menyambut bonus demografi tersebut, para guru dituntut harus lebih siap dalam membimbing, mendidik, dan meningkatkan kemampuan para peserta didiknya. Karena, para generasi muda yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah adalah generasi yang akan menentukan keberhasilan bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia. Menurut Astrid Savitri, dalam bukunya Bonus Demografi 2030, menyatakan bahwa terdapat 4 (empat) faktor penentu keberhasilan bonus demografi, dan urutan yang paling pertama adalah pendidikan. Pendidikan merupakan komponen paling utama karena pendidikan akan mengubah pola pikir suatu bangsa menjadi lebih baik dan terarah, yang mana difokuskan untuk meningkatkan kualitas para generasi muda sebagai penduduk produktif pada masa mendatang. Hal ini dapat tercapai jika didukung oleh prasarana yang lengkap serta tenaga pendidik yang berkualitas.

Guru merupakan tenaga pendidik yang bertugas menumbuhkan aktivitas peserta didik dan sekaligus sebagai pemegang tanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan. Gurulah yang menjadi garda terdepan dari proses pelaksanaan pendidikan yang ada, karena merekalah yang berhadapan langsung dengan para peserta didik, sehingga yang lebih mengetahui kemampuan dan perkembangan mereka adalah guru. Berdasarkan hal tersebut, tantangan yang dihadapi oleh guru sangatlah berat, harapan masa depan bangsa Indonesia berada di pundak mereka.

Guru harus mampu berinovasi dan mengembangkan pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan membuat peserta didik dapat memahami materi dengan baik. Guru juga harus mampu menggunakan teknologi yang ada dalam melaksanakan pembelajaran. Dan terakhir guru harus mampu berkomunikasi dengan orang tua peserta didiknya, menjaga hubungan silaturahim dengan mereka, sehingga akan terbangun suatu hubungan timbal balik yang baik dalam proses pendidikan peserta didik tersebut.

Dari beberapa hal yang diutarakan di atas, tantangan guru sangatlah besar. Mulai dari para guru harus mampu menyesuaikan diri dan mengimplementasikan kurikulum terbaru dengan pembelajaran berbasis proyek, kemudian guru harus mampu menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didiknya, mereka juga harus mampu menguasai perkembangan teknologi yang ada dan mengembangkan inovasi-inovasi pembelajaran, sehingga pembelajaran terasa menyenangkan dan menarik bagi peserta didik. Mantan Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu pernah mengatakan dalam diskusi bertema “Future Skills for Future Leaders”, bahwa ini adalah tantangan paling besar, bagaimana pendidikan merupakan kunci dalam mengembangkan hidup. Sedangkan pemegang kunci dalam pendidikan adalah seorang guru.

 

Daftar Sumber

Savitri, Astrid. 2019. Bonus Demografi 2030 “Menjawab Tantangan serta Peluang Edukasi 4.0 dan Revolusi Industri 4.0”. Jawa Tengah : Penerbit Genesis.

Hasbullah. 2013. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan (edisi revisi). Jakarta : Rajawali Pers.

https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/kurikulum-prototipe-utamakan-pembelajaran-berbasis-proyek, diakses 03 Februari 2022

https://edukasi.kompas.com/read/2019/07/03/19144701/hadapi-revolusi-industri-40-pendidikan-jadi-kunci-pengembangan-diri, diakses 03 Februari 2022

https://www.bappenas.go.id/berita/bonus-demografi-2030-2040-strategi-indonesia-terkait-ketenagakerjaan-dan-pendidikan-nnQGn, diakses 03 Februari 2022